Komisi I DPR Desak Penangkapan Jaringan Pengirim Pekerja Online Scam ke Kamboja

Jakarta, IDM – Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh, mendesak pemerintah Indonesia menindak tegas jaringan pengiriman pekerja ilegal ke Kamboja yang terlibat dalam praktik penipuan daring atau online scam.
Dorongan itu muncul setelah insiden yang melibatkan 97 WNI di Kamboja yang berusaha kabur dari perusahaan online scam tempat mereka dipaksa bekerja.
Baca Juga: 1 Tahun Pemerintahan Prabowo, DPR Nilai Reformasi TNI Berjalan Terukur
Para korban awalnya dijanjikan pekerjaan layak, namun malah dijadikan pekerja paksa dalam aktivitas kejahatan siber lintas negara.
“Pemerintah harus serius menuntaskan masalah ini. Kasus WNI korban TPPO di Kamboja bukan hal baru. Aparat perlu membongkar dan menangkap jaringan pengiriman pekerja online scam tersebut,” tegas Oleh Soleh, yang dikutip Sabtu (25/10).
Ia mengingatkan Indonesia tidak memiliki perjanjian resmi pengiriman tenaga kerja dengan Kamboja, sehingga seluruh proses perekrutan ke negara itu ilegal. Oleh karena itu, langkah pencegahan dan penindakan harus diperkuat.
Baca Juga: DPR Minta Pindad Tingkatkan Kualitas untuk Produksi Massal Mobil Maung
Oleh Soleh juga meminta koordinasi lintas kementerian, termasuk Kemenlu, Kemenaker, dan P2MI.
“Hal ini untuk mempercepat pemulangan korban serta meningkatkan edukasi calon pekerja migran agar tidak mudah tergiur tawaran kerja palsu,” tandasnya. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































