Komisi I Dorong Menlu Evaluasi Prosedur Evakuasi WNI

Jakarta, IDM – Anggota Komisi I DPR Amelia Anggraini mendorong Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk mengevaluasi prosedur evakuasi WNI di negara konflik.
Menurutnya, evaluasi dibutuhkan agar tidak tertinggal dibanding negara-negara ASEAN lain, seperti Filipina.
“Saya melihat ada kebutuhan mendesak untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur evakuasi WNI, agar tidak tertinggal dibanding negara-negara ASEAN lain seperti Filipina yang responsnya dinilai lebih cepat,” ujar Amel dalam keterangan resmi yang dikutip Selasa, (1/7).
Baca Juga: Askomlek KSAU: Pengembangan Radar Hanud Bagian Penting dari Air Power Capability yang Tangguh
Amel menilai Menteri Luar Negeri Sugiono berserta jajarannya perlu memastikan bahwa hambatan struktural baik dari sisi logistik, personel, maupun koordinasi lintas instansi ditangani secara sistematis.
Ia juga meminta agar Kemenlu mengembangkan satuan tugas khusus tanggap krisis yang dapat beroperasi selama 24 jam.
“Kesiapsiagaan ini penting untuk memperkuat kepercayaan WNI terhadap negara dalam situasi genting,” ucapnya.
Baca Juga: Komisi I Minta Prajurit TNI yang Terlibat Judi Jangan Langsung Dipecat
Diketahui, pemerintah Indonesia telah resmi memulai operasi evakuasi terhadap warga negara Indonesia (WNI) dari dua kawasan konflik, yakni Iran dan Israel.
Operasi tersebut dipimpin oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Crisis Response Team (CRT) yang terdiri atas 34 personel gabungan.
Sejauh ini, Indonesia berhasil mengevakuasi 97 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran dan 26 WNI dari wilayah Tel Aviv, Yerusalem, dan Arabah. (Ykb)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































