PARLEMEN

Komisi I Dorong Menlu Evaluasi Prosedur Evakuasi WNI

Anggota Komisi I DPR Amelia Anggraini
Anggota Komisi I DPR Amelia Anggraini saat mengikuti Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Menteri Luar Negeri RI Sugiono yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi I, Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (30/6/2025). (Foto: Istimewa)

Jakarta, IDM – Anggota Komisi I DPR Amelia Anggraini mendorong Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk mengevaluasi prosedur evakuasi WNI di negara konflik.

Menurutnya, evaluasi dibutuhkan agar tidak tertinggal dibanding negara-negara ASEAN lain, seperti Filipina.

“Saya melihat ada kebutuhan mendesak untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur evakuasi WNI, agar tidak tertinggal dibanding negara-negara ASEAN lain seperti Filipina yang responsnya dinilai lebih cepat,” ujar Amel dalam keterangan resmi yang dikutip Selasa, (1/7).

Baca Juga: Askomlek KSAU: Pengembangan Radar Hanud Bagian Penting dari Air Power Capability yang Tangguh

Amel menilai Menteri Luar Negeri Sugiono berserta jajarannya perlu memastikan bahwa hambatan struktural baik dari sisi logistik, personel, maupun koordinasi lintas instansi ditangani secara sistematis.

Ia juga meminta agar Kemenlu mengembangkan satuan tugas khusus tanggap krisis yang dapat beroperasi selama 24 jam.

“Kesiapsiagaan ini penting untuk memperkuat kepercayaan WNI terhadap negara dalam situasi genting,” ucapnya.

Baca Juga: Komisi I Minta Prajurit TNI yang Terlibat Judi Jangan Langsung Dipecat

Diketahui, pemerintah Indonesia telah resmi memulai operasi evakuasi terhadap warga negara Indonesia (WNI) dari dua kawasan konflik, yakni Iran dan Israel.

Operasi tersebut dipimpin oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Crisis Response Team (CRT) yang terdiri atas 34 personel gabungan.

Sejauh ini, Indonesia berhasil mengevakuasi 97 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran dan 26 WNI dari wilayah Tel Aviv, Yerusalem, dan Arabah. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.