INTERNASIONAL

Komandan Senior Hizbullah Tewas, Iran Ancam Balasan Keras terhadap Israel

Komandan militer senior Hizbullah, Haytham Ali Tabatabai
Komandan militer senior Hizbullah, Haytham Ali Tabatabai, dilaporkan tewas dalam sebuah serangan udara Israel di Beirut, Lebanon. (Dok. X/ConflictTR)

Jakarta, IDM – Komandan militer senior Hizbullah, Haytham Ali Tabatabai, dilaporkan tewas dalam sebuah serangan udara Israel yang menyasar kawasan pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada Minggu (23/11) waktu setempat.

Serangan tersebut menjadi salah satu operasi paling signifikan yang dilancarkan Israel sejak diberlakukannya gencatan senjata pada November 2024.

Melansir Al-Arabiya, Hizbullah secara resmi mengonfirmasi kematian Haytham Ali Tabatabai, yang dikenal sebagai salah satu figur strategis dalam struktur militernya.

Baca Juga: Rusia-Ukraina Saling Serang di Tengah Upaya Perundingan Damai

Dalam pernyataannya, kelompok itu memuji Tabatabai sebagai pemimpin yang memainkan peran penting dalam operasi-operasi lapangan, serta sosok yang tetap berada di garis depan konfrontasi dengan Israel hingga saat-saat terakhir hidupnya.

Reaksi keras pun muncul pendukung utama Hizbullah di kawasan, yakni Garda Revolusi Iran (IRGC). IRGC menegaskan bahwa serangan Israel sebagai “kejahatan keji” dan menyatakan Hizbullah bersama unsur poros perlawanan lain di Timur Tengah, memiliki hak penuh untuk membalas kehilangan tersebut.

IRGC memperingatkan Israel akan menghadapi respons yang bersifat menghancurkan, meski tak menyebut waktu maupun bentuk tindakan yang dimaksud.

Baca Juga: Trump akan Kirim Negosiator Bertemu Putin Bahas Akhiri Konflik

Pemerintah Iran menyebut bahwa kematian Tabatabai bukan hanya serangan terhadap Hizbullah, tetapi juga tamparan terhadap seluruh “front perlawanan” yang selama ini mendapatkan dukungan politik, militer, dan logistik dari Teheran.

“Kementerian Luar Negeri Iran turut mengecam serangan tersebut dan menilai tindakan Israel sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata November 2024,” tegas Pemerintah Iran.

Di sisi lain, pihak Israel membela operasi udaranya dengan menyatakan bahwa serangan tersebut menyasar fasilitas militer dan posisi pejuang Hizbullah.

Baca Juga: Zelensky Sebut Rencana Damai Tengah Dinegosiasikan dengan AS

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berdalih bahwa aktivitas Hizbullah di wilayah tersebut tetap dianggap sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasionalnya.

"Target ini memimpin peningkatan kapabilitas dan persenjataan Hizbullah," ucap Netanyahu. (ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.