Kirim Puluhan Pasukan Militer ke Greenland, Denmark: Bukan untuk Provokasi AS

Jakarta, IDM – Menteri Luar Negeri Denmark mengatakan bahwa peningkatan pasukan militer negaranya di Greenland bukan ditunjukkan untuk memprovokasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, melainkan mengatasi kekhawatiran akan keamanan wilayah tersebut.
Mengacu pada peningkatan kehadiran pasukan militer Denmark di Greenland, Rasmussen mengatakan terdapat "kesalahpahaman" di pihak AS mengenai hal tersebut. "Apa yang telah kami lakukan di Greenland dalam beberapa hari terakhir bukanlah untuk memprovokasi presiden Amerika. Itu adalah untuk memenuhi kekhawatirannya," katanya, melansir AA, Rabu (21/1).
Baca Juga: Denmark dan Greenland Usul Bentuk Misi NATO di Arktik
Pada Senin lalu, Denmark mengerahkan pasukan militer tambahan di Greenland. Menurut Rasmussen, kedaulatan dan integritas teritorial setiap negara harus dihormati. Terlebih lagi, Greenland, wilayah otonom Kerajaan Denmark, juga merupakan anggota NATO.
"Kami memiliki garis merah yang tidak boleh dilanggar. Anda tidak bisa mengancam untuk memiliki Greenland," katanya, seraya menambahkan bahwa Denmark dan Greenland telah menjauhkan investasi Cina dari pulau Arktik tersebut.
Baca Juga: Guterres Kecam Israel Hancurkan Fasilitas PBB untuk Pengungsi Palestina
Pada Pekan lalu, Trump juga menyatakan akan menjatuhkan tarif 10% pada barang-barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia mulai 1 Februari. Tarifnya akan meningkat menjadi 25% pada bulan Juni hingga tercapai kesepakatan untuk "pembelian Greenland secara lengkap dan total."
Sebagai tanggapan, para pemimpin Eropa menolak ancaman tarif Trump terhadap delapan negara tersebut, dan menegaskan kembali solidaritas dengan Denmark dan Greenland. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































