Khawatir Ancaman Rusia, Estonia Berencana Tambah Anggaran Pertahanan

Jakarta, IDM - Perang antara Rusia dan Ukraina telah menyebabkan banyak negara meningkatkan kapabilitas pertahanan militer. Estonia, negara pecahan Uni Soviet, kini turut mempertimbangkan hal serupa dengan menambah anggaran pertahanan.
Dilansir dari Reuters, Sabtu (30/3), Komandan Angkatan Bersenjata Estonia, Jenderal Martin Herem menilai bahwa negaranya perlu melipatgandakan anggaran pertahanan selama dua tahun ke depan agar dapat memiliki pasokan amunisi yang cukup ketika menghadapi kemungkinan serangan dari Rusia.
Baca Juga: Rusia Sebut AS, Inggris dan Ukraina Sebagai Dalang Penembakan Masal
“Jika Anda menunjukkan wajah Anda di perbatasan saya, kemenangan harus terjadi dengan sangat cepat: bukan dalam hitungan bulan atau tahun, tapi hari dan minggu,” kata Herem merujuk pada Presiden Rusia Vladimir Putin.
Hal itu ia ungkapkan karena khawatir akan invasi Rusia yang melebar ke negara-negara lain. Estonia sendiri berbatasan langsung dengan Rusia. Ia pun menilai kemungkinan konflik melebar tidak dapat dikesampingkan. Maka dari itu, Estonia harus mulai mempersiapkan diri secepat mungkin.
“Jika kami benar-benar yakin hal itu akan terjadi dalam tiga tahun, maka kami harus mengambil keputusan hari ini," ujarnya.
Baca Juga: Inggris akan Tingkatkan Kapabilitas Nuklir
Selain itu, Herem mengatakan ia telah berbicara dengan otoritas kementerian pertahanan Jepang mengenai komponen yang dapat membantu Estonia memproduksi peralatan militer dengan lebih murah.
Sebelumnya, Putin membantah bahwa Rusia mempunyai rencana untuk menyerang negara anggota NATO mana pun. Namun, invasinya ke Ukraina telah menimbulkan kekhawatiran bahwa Rusia akan memulihkan kendali atas sebagian besar wilayah pecahan Uni Soviet.
Sejak Rusia aneksasi Krimea pada tahun 2014, Estonia juga telah menambah anggaran pertahanannya menjadi sekitar 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































