Ketegangan Meningkat, Tiga Tentara Amerika Serikat Tewas dalam Serangan Udara di Yordania

Jakarta, IDM - Sebanyak tiga tentara Amerika Serikat (AS) dilaporkan tewas dan sekitar 34 lainnya luka-luka dalam serangan pesawat nirawak di timur laut Yordania dekat perbatasan Suriah pada beberapa waktu lalu.
Dilansir dari Defense.gov, laman resmi Kementerian Pertahanan (Kemhan) AS, Senin (29/1), serangan itu dilakukan oleh kelompok militan yang didukung oleh Iran. Namun, tidak dijelaskan rincian peristiwa serangan drone tersebut.
"Saya marah dan sangat sedih atas kematian tiga anggota militer AS dan terlukanya tentara Amerika lainnya dalam serangan terhadap pasukan AS yang dikerahkan ke sebuah lokasi di timur laut Yordania dekat perbatasan Suriah, tempat (mereka) ditugaskan untuk menghadapi ISIS," kata Austin.
Baca Juga: Presiden Rusia Sebut Ukraina Tembak Jatuh Pesawat yang Membawa Tawanan Perang
"Militan yang didukung Iran bertanggung jawab atas serangan yang terus berlanjut terhadap pasukan AS, dan kami akan merespons pada waktu dan tempat yang kami putuskan," jelasnya.
Selain itu, Austin juga berkomitmen akan melakukan 'tindakan yang diperlukan' demi melindungi tentara dan kepentingan negaranya. Serangan itu pun semakin meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.
"Presiden (Joe Biden) dan saya tidak akan mentolerir serangan terhadap pasukan Amerika, dan kami akan melakukan semua tindakan yang diperlukan untuk membela AS, tentara kami, dan kepentingan kami," pungkasnya.
Baca Juga: Tingkatkan Kemampuan Pertahanan, Korut Uji Coba Dua Rudal Pulhwasal-3-31
Sementara, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani menyebut tuduhan bahwa Iran terlibat dalam serangan terhadap tentara AS di Yordania tidaklah benar.
"Seperti yang telah kami nyatakan dengan jelas sebelumnya, kelompok militan di kawasan ini menanggapi kejahatan perang dan genosida yang dilakukan oleh rezim Zionis yang membunuh anak-anak, dan bahwa mereka tidak menerima perintah dari Republik Islam Iran. Kelompok-kelompok ini memutuskan dan bertindak berdasarkan prinsip maupun prioritas mereka sendiri," imbuh Kanaani melansir Irna.ir, laman pemerintah Iran. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































