Kesepakatan Damai Belum Dicapai, Ukraina, Rusia, dan AS akan Perundingan Lagi di Abu Dhabi

Jakarta, IDM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa pertemuan antara delegasi negaranya dengan Rusia dan Amerika Serikat (AS) di Abu Dhabi berlangsung secara konstruktif dan pertemuan lanjutan akan kembali digelar.
Perundingan yang digelar selama dua hari pada pekan lalu adalah yang pertama kalinya para delegasi dari ketiga negara itu duduk bersama sejak konflik dimulai pada 2022. Meskipun tidak ada terobosan baru, kesepakatan tidak mungkin terjadi tanpa pembicaraan tatap muka.
"Ini adalah format pertama dalam beberapa waktu terakhir: pertemuan trilateral selama dua hari. Banyak hal yang dibahas, dan penting bahwa percakapan tersebut bersifat konstruktif," katanya melalui platform X, dikutip pada Senin (26/1).
Baca Juga: Razia Online Scam Kamboja, 2.117 WNI Minta Pulang ke KBRI dalam Sepekan
Fokus utama pertemuan itu, kata Zelensky, adalah kemungkinan parameter untuk mengakhiri perang. AS juga menyoroti pentingnya pengawasan guna memastikan keamanan.
"Dengan asumsi ada kesiapan untuk bergerak maju dan Ukraina siap, pertemuan selanjutnya akan berlangsung, mungkin paling cepat minggu depan," imbuhnya.
Senada, Utusan Khusus AS Steve Witkoff, juga menyatakan terdapat rencana untuk melanjutkan perundingan di Abu Dhabi. Menurut otoritas AS yang mengetahui hal itu, pertemuan selanjutnya akan dilakukan pada 1 Februari mendatang.
Baca Juga: PM Denmark Kecam Trump yang Ragukan Peran Sekutu NATO di Afghanistan
Selain itu, Zelensky juga mengungkapkan bahwa dokumen yang menguraikan jaminan keamanan pascakonflik dari AS telah 100 persen siap. Ia berharap dokumen kesepakatan bilateral itu segera ditandatangani.
Sementara, menjelang pembicaraan di Abu Dhabi, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa keluarnya Ukraina dari Donbas tetap menjadi syarat utama bagi Rusia.
“Posisi Rusia sudah diketahui: Angkatan Bersenjata Ukraina harus meninggalkan Donbas, harus mundur dari sana; ini adalah syarat yang sangat penting,” kata Peskov. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































