Keluar dari 66 Organisasi Internasional, Trump: Bertentangan dengan Kepentingan AS

Jakarta, IDM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa ia akan menarik negaranya dari 66 organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan internasional.
Dalam memorandum presiden yang dirilis melalui laman Kepresidenan AS The White House, dikutip pada Kamis (8/1), Trump mengatakan bahwa keputusan itu diambil setelah meninjau "organisasi, konvensi, dan perjanjian mana yang bertentangan dengan kepentingan AS".
Baca Juga: Presiden Korut Inspeksi Pembangunan Museum Peringatan Prajurit yang Gugur di Kursk
"Untuk entitas PBB, penarikan berarti menghentikan partisipasi atau pendanaan kepada entitas-entitas tersebut sejauh yang diizinkan oleh hukum," sambungnya.
Lebih lanjut, ia juga menginstruksikan semua departemen dan lembaga eksekutif segera mengambil langkah-langkah untuk melaksanakan penarikan AS dari organisasi-organisasi tersebut.
Baca Juga: Usai Tangkap Maduro, Trump Sebut Venezuela akan Serahkan 30 Juta Barel Minyak ke AS
Adapun, terdapat 35 organisasi non-PBB yang dibatalkan keanggotannya, termasuk International Institute for Democracy and Electoral Assistance (IDEA), yang didirikan untuk mendukung demokrasi berkelanjutan di seluruh dunia serta the International Union for Conservation of Nature (IUCN), yang didedikasikan untuk konservasi alam.
Selain itu, AS juga menarik diri dari 31 entitas PBB termasuk UN Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), yang dibentuk untuk memerangi perubahan iklim dan United Nations Population Fund (UNFPA), badan yang fokus mendukung kesehatan ibu dan anak. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































