Junta Niger Akan Mulai Pulangkan Ratusan Pasukan Prancis

Jakarta, IDM - Junta Niger akan melakukan penarikan ratusan tentara Prancis yang berbasis di Kota Ouallam dalam waktu dekat. Hal itu dilakukan menyusul konflik yang terjadi sejak kudeta militer pada bulan Juli lalu.
Dilansir dari Reuters, Sabtu (7/10), sebanyak 400 tentara Prancis di Kota Ouallam akan dipulangkan. Penarikan pasukan Prancis ini merupakan tuntutan utama para junta militer sejak merebut kekuasaan di Niger.
Baca Juga: AS Tembak Jatuh Drone Turki di Suriah
Prancis awalnya menolak legitimasi junta. Namun bulan lalu, Presiden Emmanuel Macron memutuskan untuk mengakhiri kerja sama militer dengan Niger dan menarik seluruh 1.500 tentara Prancis.
“Sebanyak 400 tentara Prancis yang berbasis di Ouallam akan menjadi yang pertama berkemas dan berangkat,” kata juru bicara junta militer.
Baca Juga: Putin: Pesawat yang Ditumpangi Prigozhin Meledak Akibat Granat
Pasukan Prancis berada di Niger sebagai bagian dari upaya melawan teroris yang terkait ISIS di beberapa wilayah seperti Burkina Faso, Kamerun, Chad, Gambia, Guinea Mauritania, Mali, Nigeria dan Senegal.
Sementara, pihak junta militer menyebut Prancis telah memberikan pengaruh berlebihan dan gagal menyelesaikan krisis keamanan yang telah menewaskan ribuan orang dan membuat jutaan orang mengungsi di wilayah Niger. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































