Jepang dan Filipina Tandatangani Perjanjian Pertahanan Baru, Hadapi Tekanan Cina

Jakarta, IDM – Jepang dan Filipina menandatangani dua pakta pertahanan yang akan memungkinkan dukungan logistik timbal balik antara kedua pasukan.
Perjanjian itu ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Filipina Theresa Lazaro dan Menlu Jepang Motegi Toshimitsu, dalam pertemuan bilateral di Kota Pasay, Filipina pada beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Indonesia Kedepankan Diplomasi Ketahanan di Tengah Dinamika Geopolitik
Lazaro mengatakan, perjanjian itu akan meningkatkan “interoperabilitas dan kesiapan militer bersama” kedua negara, sebagai tindak lanjut dari Reciprocal Access Agreement, yang telah diratifikasi.
Melalui perjanjian tersebut, kedua negara akan membuka jalur penyediaan amunisi, bahan bakar, makanan, dan kebutuhan pokok lainnya tanpa pajak ketika pasukan militer menggelar latihan bersama. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan deterens terhadap kekuatan militer Cina yang semakin meningkat di kawasan.
Baca Juga: Denmark Peringatkan AS, NATO akan Runtuh Jika Trump Kuasai Greenland
Keduanya menegaskan kembali komitmen bersama untuk menegakkan tatanan berbasis aturan yang diatur oleh hukum internasional, serta pentingnya menyelesaikan sengketa secara damai dan melalui dialog.
"Kedua belah pihak juga menekankan bahwa supremasi hukum harus diterapkan di wilayah maritim, khususnya Laut Cina Selatan, di mana kebebasan navigasi dan penerbangan perlu dijunjung tinggi dan tidak boleh dikurangi," tulis Kemlu Filipina melansir Dfa.gov.ph, Jumat (16/1). (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































