INTERNASIONAL

Jepang dan AS akan Bahas Upaya Meningkatkan Deterens Nuklir

Kapal induk USS Ronald Reagan
Kapal induk USS Ronald Reagan yang pernah dikerahkan di pelabuhan Jepang (Foto: Dok. Wikimedia)

Jakarta, IDM – Jepang dan Amerika Serikat (AS) akan mengadakan pertemuan pada tanggal 28 Juli, yang untuk pertama kalinya akan membahas 'perluasan deterens' nuklir. Hal itu dilakukan sebagai bentuk komitmen AS dalam menggunakan kekuatan nuklirnya untuk mencegah serangan terhadap sekutu.

Dilansir dari Reuters, Selasa (23/7), pertemuan tersebut merupakan langkah lebih lanjut dari kesepakatan memperkuat kerja sama yang diraih pada April lalu, untuk mencegah apa yang mereka lihat sebagai meningkatnya ancaman regional dari Cina, Rusia, dan Korea Utara.

Baca Juga: Parlemen Israel Labeli UNRWA Sebagai Organisasi Teroris

“Dalam menghadapi meningkatnya ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya di kawasan ini, AS dan Jepang akan menunjukkan dengan cara yang bertanggung jawab bagaimana kita akan berdiri dan memastikan tidak hanya pertahanan Jepang tetapi juga kontribusi kita terhadap keamanan regional,” kata Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik Daniel Kritenbrink

“Komitmen perjanjian keamanan kami dengan sekutu Jepang sangat ketat dan kami berkomitmen untuk menggunakan segala cara yang dimiliki Amerika, termasuk nuklir, untuk memastikan bahwa kami memenuhi komitmen tersebut," tegasnya.

Pertemuan tersebut pun akan mencakup upaya untuk memperdalam kerja sama antar industri pertahanan dan meningkatkan struktur komando untuk meningkatkan koordinasi militer.

Baca Juga: Slovakia Sambut Dua Pesawat Tempur F-16 untuk Gantikan MiG-29

“Pembicaraan 2+2 yang bersejarah ini akan memperkuat peralihan kita dari fokus pada perlindungan Aliansi ke proyeksi Aliansi,” kata Duta Besar AS untuk Jepang Rahm Emanuel.

Jepang menyediakan pangkalan bagi AS, dengan jumlah sekitar 54.000 tentara AS dan ratusan pesawat. Selain itu, Jepang juga telah meresmikan kapal induk pertama pasca Perang Dunia I yang diberi nama Kapal Induk Kaga pada April lalu. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.