INTERNASIONAL

Jaga Stabilitas Perdamaian di Kawasan, Jepang dan Filipina Jajaki Pakta Pertahanan

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida bertemu Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. di Manila
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida bertemu Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. di Manila. (Foto: Dok. pna.gov)

Jakarta, IDM - Jepang dan Filipina sepakat untuk memulai perundingan mengenai pakta pertahanan untuk memperkuat aliansi mereka dalam menghadapi postur kekuatan Cina yang meningkat di kawasan khususnya Laut Cina Selatan.

“Kami menyampaikan keprihatinan yang serius mengenai situasi di Laut Cina Timur dan Laut Cina Selatan dan bahwa upaya untuk secara sepihak mengubah status quo dengan kekerasan tidak dapat diterima,” kata Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida usai bertemu Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. melansir AP, Rabu (8/11).

Baca Juga: Bantah Temui Jalan Buntu, Zelensky: Ukraina Butuh Lebih Banyak Sistem Pertahanan Udara

Dua minggu lalu, kapal Cina dan Filipina saling bersitegang di dekat Second Thomas Shoal, wilayah yang disengketakan di Laut Cina Selatan. Pemerintah Jepang segera menyatakan dukungannya kepada Filipina dengan mengumumkan bahwa pihaknya akan memberikan radar untuk mengawasi daerah pesisir dan kapal patroli tambahan.

"Kapal patroli tambahan Jepang, peralatan pertahanan dan radar akan disediakan untuk memperkuat kemampuan penegakan hukum Filipina di laut," kata Kishida.

Baca Juga: Rusia Klaim Berhasil Uji Coba Rudal Balistik Antarbenua dari Kapal Selam Nuklir

Jepang telah memasok selusin kapal patroli dalam beberapa tahun terakhir ke Filipina, yang saat ini digunakan mempertahankan kepentingan teritorialnya di Laut Cina Selatan. Jepang pun telah lama berselisih wilayah dengan Cina mengenai pulau-pulau di Laut Cina Timur.

Lebih lanjut, pakta pertahanan itu akan memungkinkan penempatan pasukan Jepang dan Filipina satu sama lain dalam berbagai operasi keamanan. Jika 'The Reciprocal Access Agreement' terealisasi, maka perjanjian itu akan menjadi langkah paling signifikan dalam aliansi Jepang dan Filipina selama beberapa dekade terakhir. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.