INTERNASIONAL

Israel Tembakkan Zat Terlarang di Lebanon

Lebanon
Israel tembakkan amunisi fosfor putih di atas permukiman penduduk di Kota Yohmor, Lebanon Selatan. (Foto: Dok. Hrw.org)

Jakarta, IDM – Organisasi HAM Internasional (Human Rights Watch/HRW) melaporkan bahwa Israel telah menggunakan fosfor putih di daerah pemukiman di Lebanon Selatan, yang melanggar hukum humaniter internasional.

Melansir laman HRW, Senin (9/3), organisasi itu telah menemukan bukti Israel menembakkan fosfor putih di daerah pemukiman di Yohmor, Lebanon Selatan pada awal bulan ini.

Analis HRW di Lebanon Ramzi Kaiss mengatakan, “Penggunaan fosfor putih secara tidak sah oleh militer Israel di atas daerah pemukiman sangat mengkhawatirkan dan akan memiliki konsekuensi buruk bagi warga sipil.”

Baca Juga: Kapal Meledak di Selat Hormuz, KBRI Abu Dhabi Upayakan Pencarian WNI yang Hilang

“Efek pembakaran fosfor putih dapat menyebabkan kematian atau cedera parah yang mengakibatkan penderitaan seumur hidup,” tambahnya.

Penggunaan fosfor putih di daerah berpenduduk melanggar hukum humaniter internasional, dan membahayakan warga sipil. Zat kimia itu akan terbakar ketika terpapar oksigen dan dapat membakar rumah, lahan pertanian, dan objek sipil lainnya.

HRW menemukan bahwa di Yohmor, amunisi tersebut digunakan secara ilegal di atas pemukiman warga sipil, yang mengakibatkan kebakaran di beberapa rumah dan fasilitas sipil lainnya.

Baca Juga: Konflik dengan AS-Israel Terus Berkecamuk, Iran Tunjuk Pemimpin Tertinggi Baru

HRW turut memverifikasi dan melacak lokasi gambar yang diunggah secara daring oleh media Lebanon pada 3 Maret. Gambar itu menunjukkan setidaknya dua amunisi berisi fosfor putih meledak di udara di atas lingkungan perumahan.

"Bentuk awan asap yang disebabkan oleh ledakan di udara tersebut konsisten dengan 'lekukan' yang dibuat oleh muatan yang dikeluarkan dan meledak dari proyektil artileri seri M825 155mm yang mengandung fosfor putih," tulis HRW.

Israel juga pernah terbukti menggunakan fosfor putih antara Oktober 2023 dan Mei 2024 di desa-desa perbatasan di Lebanon Selatan.

Baca Juga: Panglima Filipina Sebut Indonesia Beli Rudal BrahMos dari India

Mengingat bahaya yang ditimbulkan, Kaiss menyerukan agar Israel segera menghentikan tindakan ilegal tersebut. Ia juga meminta negara-negara yang memasok senjata ke Israel, termasuk amunisi fosfor putih, untuk segera menangguhkan bantuan militer dan penjualan senjata.

Laporan itu muncul beberapa jam setelah militer Israel mengatakan bahwa mereka menyerang Hizbullah di ibu kota Lebanon. Setidaknya 394 orang telah tewas dan lebih dari 1.000 orang terluka di Lebanon akibat serangan Israel. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.