INTERNASIONAL

Israel Serang Lebanon, PBB: Dapat Merusak Gencatan Senjata dengan Iran

Sekjen PBB Antonio Guterres.
Sekjen PBB Antonio Guterres. (Foto: Dok. News.un.org)

Jakarta, IDM – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam serangan Israel di Lebanon, yang berpotensi merusak kesepakatan gencatan senjata dengan Iran.

Pada Rabu (8/4), Iran dan Amerika Serikat (AS) mencapai kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu usai dimediasi oleh Pakistan. Masing-masing pihak menyampaikan beberapa tuntutan. Salah satunya tuntutan terhadap Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Sedangkan, Iran menuntut 10 hal termasuk penghentian konflik di seluruh front termasuk di Lebanon.

Baca Juga: Korut Luncurkan Rudal Balistik ke Laut Timur

Namun, Israel kembali meluncurkan serangan terhadap Lebanon, yang diklaim menargetkan Hizbullah, setelah kesepakatan gencatan senjata tercapai. Guterres mengatakan, serangan Israel itu mengakibatkan ratusan warga sipil tewas dan terluka serta menyebabkan rusaknya infrastruktur sipil.

"Dengan pengumuman gencatan senjata antara Iran dan AS, aktivitas militer yang sedang berlangsung di Lebanon menimbulkan risiko serius terhadap gencatan senjata dan upaya menuju perdamaian yang langgeng dan komprehensif di kawasan tersebut. Sekjen kembali menyerukan kepada semua pihak untuk segera menghentikan permusuhan," tulis pernyataan tersebut, melansir laman resmi PBB Un.org, Kamis (9/4).

Baca Juga: Capai Gencatan Senjata, Ini Tuntutan Iran Terhadap AS

"Hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional, harus dihormati setiap saat. Warga sipil dan objek sipil harus dilindungi setiap saat, dan serangan yang ditujukan kepada mereka tidak dapat diterima," jelasnya.

Ia menegaskan, operasi militer bukanlah solusi dan menyerukan semua pihak untuk berkomitmen pada implementasi penuh resolusi Dewan Keamanan 1701. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.