Israel Hancurkan Lebih Dari 1.500 Bangunan Sejak Gencatan Senjata dengan Hamas

Jakarta, IDM – Israel telah menghancurkan lebih dari 1.500 bangunan di wilayah Gaza sejak gencatan senjata dengan Hamas dimulai pada 10 Oktober lalu.
Berdasarkan analisis melalui citra satelit terbaru pada 8 November, BBC Verify menemukan bahwa wilayah di luar 'Yellow Line' yang dikuasai oleh Pasukan Bersenjata Israel (Israel Defense Forces/IDF) telah rata dengan tanah dalam waktu kurang dari sebulan.
"Analisis visual BBC Verify terhadap citra satelit menemukan bahwa penghancuran bangunan di Gaza oleh militer Israel terus berlanjut dalam skala besar. Kami menggunakan algoritma pendeteksi perubahan untuk menganalisis citra radar yang diambil sebelum dan sesudah gencatan senjata untuk menyoroti perubahan yang mungkin mengindikasikan kerusakan, kemudian menghitung secara manual bangunan yang tampak hancur," tulis BBC, dikutip pada Kamis (13/11).
Baca Juga: Temui Paul Keating, Presiden Prabowo Bahas Geopolitik yang Berdampak di Kawasan Indo-Pasifik
Wilayah sekitar al-Bayuk, sebelah timur Kota Rafah, menjadi salah satu target penghancuran. Banyak bangunan yang tampak utuh dari citra satelit sebelum gencatan senjata tetapi kini telah hancur. Sebuah video yang telah diverifikasi juga menunjukkan ekskavator merobohkan bangunan di daerah dekat 'Yellow Line'.
'Yellow Line' merupakan garis memisahkan wilayah yang dikuasai IDF dan pemukiman warga Palestina. Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas, IDF secara parsial mundur ke garis tersebut.
"Jumlah bangunan yang hancur bisa jadi jauh lebih tinggi, karena citra satelit untuk beberapa area tidak tersedia untuk penilaian BBC Verify," katanya.
Baca Juga: G7 Kecam Serangan Paramiliter Sudan terhadap Sipil
Sementara, IDF mengatakan penghancuran sistematis itu dilakukan sebagai respons terhadap ancaman dan sejalan dengan perjanjian, yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
"Pasukan IDF menghancurkan infrastruktur bawah tanah di wilayah Rafah, yang sesuai dengan perjanjian gencatan senjata, mengidentifikasi empat teroris di sisi timur Yellow Line," tulis IDF melalui platform X. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































