Israel Dituduh Hambat Bantuan Masuk ke Gaza

Jakarta, IDM – Otoritas Gaza mengatakan bahwa Israel telah sengaja menghambat masuknya pasokan tempat berlindung dan bahan bakar, yang melanggar perjanjian gencatan senjata dengan Hamas.
"Meskipun ada kesepakatan yang jelas yang diuraikan dalam protokol kemanusiaan dari kesepakatan gencatan senjata, Israel telah gagal memenuhi komitmennya dan terus menghalangi pengiriman bantuan kemanusiaan," kata Kantor Media Pemerintah Gaza melansir AA, Selasa (4/2).
Baca Juga: Kecam Rencana Pertahanan Rudal AS, Korut akan Tingkatkan Kemampuan Nuklir
Bantuan itu berupa sekitar 60.000 tempat berlindung prefabrikasi dan 200.000 tenda sementara untuk menampung warga Palestina yang mengungsi yang rumahnya dihancurkan oleh serangan Israel.
Disebutkan juga bahwa berdasarkan kesepakatan gencatan senjata, minimal 600 truk bantuan harus memasuki Gaza setiap hari, termasuk 50 yang membawa bahan bakar dan gas, serta peralatan medis untuk memulihkan layanan dasar.
Baca Juga: Qatar Desak Hamas-Israel Segera Negosiasi Tahap Kedua Gencatan Senjata
Namun, pemerintah Gaza menuduh Israel sengaja menghambat dan memperburuk krisis kemanusiaan yang diderita warga sipil. Israel dan Amerika Serikat (AS) dianggap bertanggung jawab atas memburuknya situasi tersebut, dan meminta para mediator menekan Israel agar mematuhi kesepakatan. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































