Israel Bersikeras Tidak akan Mundur dari Gaza

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan bahwa Pasukan Bersenjata Israel (IDF) tidak akan bergerak mundur sejengkal pun dari 'Garis Kuning' di Gaza sampai Hamas dilucuti senjatanya.
Berdasarkan gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat (AS), IDF harus mundur secara bertahap dari Gaza ke posisi yang disebut Garis Kuning. Garis ini membentang 1,5 hingga 6,5 km ke dalam wilayah Gaza dari perbatasan timur, mencakup sekitar 47 persen dari wilayah tersebut. Pada tahap kedua gencatan senjata dengan Hamas, IDF seharusnya telah melakukan penarikan diri lebih banyak.
Baca Juga: Pelatihan Karate hingga Gelar Layar Tancap, Misi Pasukan Perdamaian TNI Rangkul Masyarakat Kongo
“Kami tidak akan pernah membiarkan Hamas tetap ada, baik dengan senjata maupun terowongan. Slogannya sederhana: sampai terowongan terakhir,” kata Katz melansir AA, Rabu (18/2).
“Kami tidak akan bergerak dari Garis Kuning satu milimeter pun sampai Hamas dilucuti senjatanya, dari senjata, dari terowongan, dan dari hal-hal lainnya,” tegasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Israel Yossi Fuchs mengatakan bahwa pihaknya akan memberi Hamas waktu 60 hari untuk melucuti senjata dan mengancam akan melanjutkan konflik jika mereka tidak patuh.
Baca Juga: Presiden Prabowo akan Bertemu Trump Bahas Penguatan Kerja Sama Strategis
Pelucutan senjata Hamas juga merupakan bagian dari tahap kedua rencana damai yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump, yang mulai berlaku pada pertengahan Januari lalu. Selain mencakup penarikan IDF lebih lanjut dari Gaza, tahap ini juga menjadi awal rekonstruksi, masuknya bantuan kemanusiaan tambahan, dan pembentukan komite administratif untuk mengelola wilayah tersebut.
Adapun, konflik Israel-Hamas pecah pada Oktober 2023, yang telah menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 171.000. Sekitar 90% infrastruktur sipil pun hancur di Jalur Gaza. Di atas kertas konflik telah berakhir dengan disepakatinya perjanjian gencatan senjata yang berlaku pada 10 Oktober 2025. Namun, IDF dilaporkan terus melanggar perjanjian tersebut. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































