Israel Berlakukan 'Jeda Harian' Operasi Militer di Gaza

Jakarta, IDM – Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa pihaknya akan menghentikan operasi militer setiap hari selama 10 jam di beberapa wilayah Gaza dan mengizinkan masuknya pasokan bantuan.
"Jeda taktis lokal dalam aktivitas militer akan berlangsung untuk tujuan kemanusiaan mulai pukul 10.00 hingga 20.00, mulai hari ini (Minggu). Jeda akan dimulai di wilayah-wilayah di mana IDF tidak beroperasi: Al-Mawasi, Deir al-Balah, dan Kota Gaza, setiap hari hingga pemberitahuan lebih lanjut," tulis IDF melalui platform X, Minggu (27/7).
Baca Juga: Trump Sebut Thailand-Kamboja Segera Bertemu untuk Capai Gencatan Senjata
Lebih lanjut, IDF juga menetapkan jalur aman dari pukul 06.00 dan 23.00 waktu setempat . Jalur ini dirancang untuk memastikan keamanan masuknya bantuan makanan dan obat-obatan ke Gaza.
Baca Juga: Prajurit TNI Sigap Tangani Laporan Dugaan Bom di Afrika Tengah
Israel telah mendapat kecaman internasional karena memblokir akses masuknya bantuan yang memperburuk kondisi kemanusiaan di Gaza. Sementara, Israel mengklaim telah memperbolehkan cukup makanan masuk ke Gaza selama konflik dan menyalahkan Hamas atas penderitaan rakyat Gaza. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































