Iran Sebut tak Lagi Terikat Perjanjian Nuklir

Jakarta, IDM – Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyatakan negaranya tidak lagi terikat oleh perjanjian nuklir tahun 2015 atau secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPOA).
JCPOA ditandatangani di Wina oleh Iran, Cina, Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, dan Amerika Serikat (AS). Tujuannya untuk memastikan bahwa program nuklir Iran sepenuhnya bersifat damai dengan imbalan keringanan sanksi.
Baca Juga: 560 Ton Pasokan Makanan Masuk Gaza Setiap Hari, WFP Sebut Masih Belum Cukup
Araghchi menyatakan, perjanjian itu resmi berakhir pada hari ini, 10 tahun setelah diadopsi oleh Dewan Keamanan Perserikatan bangsa-bangsa (PBB).
"Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 akan berakhir pada 18 Oktober, yang dengan demikian mengakhiri semua pembatasan Dewan Keamanan PBB sebelumnya terhadap Iran dan menghapus Iran dari agenda Dewan Keamanan," tulis Araghchi, melansir platform X, dikutip pada Sabtu (18/10).
Baca Juga: Serahkan Jenazah Tawanan, Hamas Desak Israel Buka Akses Bantuan di Gaza
Namun, ia menegaskan akan terus berkomitmen untuk menjalin diplomasi. Iran yang juga penandatangan Perjanjian Non-proliferasi Nuklir (Nuclear Non-proliferation Treaty/NPT) pada 1968, ujarnya, akan tetap menjalankan prinsip perjanjian tersebut. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































