INTERNASIONAL

Iran Pamer Drone ‘Mohajer 10’, Diklaim Mampu Jangkau Target Hingga 2.000 km

Drone Mohajer 10 Iran.
Drone Mohajer 10 Iran. (Foto: Dok. Irna.ir)

Jakarta, IDM - Pemerintah Iran mengatakan pihaknya berhasil memproduksi drone baru bernama ‘Mohajer 10’ yang diklaim mampu menjangkau target sejauh 2.000 km. Drone itu dipamerkan untuk pertama kalinya di Teheran, bersamaan dengan perayaan Hari Industri Pertahanan Nasional pada beberapa waktu lalu.

Dilansir dari Irna, laman media resmi Pemerintah Iran, Rabu (23/8), peluncuran Mohajer 10 itu disaksikan lansung oleh Presiden Iran Ebrahin Raisi, Menteri Pertahanan Iran Mohammadreza Ashtiani dan Komandan Islamic Revolutionary Guard Corps Amirali Hajizadeh. Drone tersebut merupakan wujud ambisi Iran dalam meningkatkan sistem pertahanan udara di tengah dinamika ancaman global.

Baca Juga: Usai Gagal di Percobaan Pertama, Korut Akan Kembali Luncurkan Satelit Pengintai

“Drone Mohajer 10 memiliki kecepatan lebih dari 200 km/jam dan mampu menempuh jarak 2000 km, ini yang menjadikannya sebagai drone yang luar biasa,” kata Ashtiani.

Dengan kapasitas bahan bakar hingga maksimal 450 liter, membuat drone Mohajer 10 mampu terbang selama 24 jam dan di ketinggian 7 km. Teknologinya pun dilengkapi dengan sistem pengintaian, anti-radar dan peperangan elektronik. Selain itu, drone ini juga mampu membawa berbagai jenis amunisi maupun bom dengan total muatan hingga 300 kg.

“Jika peralatan telekomunikasi dan radar juga dipasang di dalamnya, drone ini dapat berfungsi sebagai pesawat pengintai,” tambah Ashtiani.

Baca Juga: Rusia Klaim Hancurkan Kapal Pembawa Pasukan Militer Ukraina

Dalam kesempatan itu pula, Raisi mengatakan bahwa kemajuan militer yang terus berkembang telah secara signifikan mengubah cara pandang Iran baik di kawasan maupun secara global. Menurutnya, Iran terus berupaya membangun hubungan persahabatan dengan semua negara tetapi tidak akan ragu untuk "memotong tangan" yang ingin menyerang Iran.

“Kemarin mereka memandang kami sebagai konsumen dan negara yang membutuhkan. Saat ini, mereka melihat kami sebagai produsen yang dapat memberikan banyak kontribusi dalam industri pertahanan dan militer,” ujar Raisi. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.