Iran Klaim Serang Dua Pangkalan Militer AS

Jakarta, IDM – Angkatan Darat Iran menyatakan telah menyerang dua Pangkalan Militer Amerika Serikat (AS) yang berlokasi di Kuwait dan di Uni Emirat Arab (UEA) pada Kamis (3/9) dini hari waktu setempat.
Serangan rudal dan drone itu diklaim menargetkan sistem komunikasi satelit, gudang peralatan, hanggar pesawat tempur, posisi pasukan, dan sistem radar. "Ini bagian dari gelombang ke-31 Operasi Saeqeh, sebagai balasan atas gugurnya warga sipil dan personel Angkatan Bersenjata Iran akibat tindakan agresi AS yang tidak diprovokasi," kata Angkatan Darat Iran melansir Tasnim.
Baca Juga: Presiden Aoun: Israel Terus Langgar Kesepakatan dan Serang Lebanon Selatan
Dikatakan bahwa kedua pangkalan itu "memainkan peran krusial". Pangkalan Ahmed al-Jaber di Kuwait disebut sebagai pusat logistik dan dukungan utama bagi Pasukan AS, sedangkan Pangkalan Al Minhad di UEA memberi dukungan udara dan transportasi pasukan di kawasan.
Pernyataan ini muncul setelah serangkaian serangan terbaru AS terhadap di Iran Selatan, yang menurut Kementerian Kesehatan Iran menewaskan sedikitnya 18 orang dan melukai 142 lainnya.
Baca Juga: Putin Tegaskan Indonesia Punya Posisi Istimewa bagi Rusia di Asia Pasifik
"Tanggapan para prajurit pemberani Angkatan Darat terhadap setiap serangan oleh teroris Angkatan Darat AS itu sangat keras dan menghancurkan, serta akan terus berlanjut hingga kemenangan akhir," tegasnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































