Iran Finalisasi Pembelian Pesawat Tempur Rusia

Jakarta, IDM - Wakil Menteri Pertahanan Iran Mehdi Farahi mengatakan bahwa pihaknya telah finalisasi kesepakatan pengiriman pesawat tempur Sukhoi Su-35 dengan Rusia. Kesepakatan ini merupakan wujud mempererat hubungan militer antara keduanya.
Dilansir dari Reuters, Rabu (29/11), laman berita nasional Iran Tasnim melaporkan bahwa perjanjian itu dilakukan untuk menambah armadanya setelah perang Iran-Irak tahun 1980-1988. Selain itu, Rusia disebut siap menjualnya usai berakhirnya pembatasan pembelian senjata konvensional terhadap Iran berdasarkan Resolusi PBB 2231 pada Oktober 2020.
Baca Juga: Zelensky Sebut Ukraina Butuh Sistem Pertahanan Udara, Lindungi Jalur Ekspor Gandum
"Kesepakatan telah diselesaikan untuk pesawat tempur Sukhoi Su-35, helikopter serang Mil Mi-28, dan jet latih Yak-130 untuk bergabung dengan unit tempur Angkatan Darat Iran,” kata Farahi.
Iran saat ini memiliki pesawat tempur tempur MiG dan Sukhoi Rusia yang berasal dari era Soviet dan beberapa pesawat Cina seperti F-7. Iran juga memiliki pesawat tempur tua lainnya buatan Amerika Serikat (AS) yaitu F-4 dan F-5 yang diperoleh sebelum Revolusi Islam 1979.
Baca Juga: Korut Klaim Satelit Militernya Berhasil Memotret Wilayah Penting di Amerika Serikat
Sebelumnya, Iran mengatakan telah memulai produksi pesawat tempur Kowsar yang dirancang secara lokal untuk digunakan oleh angkatan udara pada tahun 2018. Tetapi muncul banyak spekulasi bahw pesawat itu merupakan salinan dari F-5, yang pertama kali diproduksi di AS pada tahun 1960an. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































