INTERNASIONAL

Investigasi UFO Pentagon: Objek Anomali Bukan Berasal dari Luar Angkasa

Yuma Proving Ground
Pengujian drone di Yuma Proving Ground, AS (Foto: Dok. Dvidshub.net)

Jakarta, IDM – Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon tengah menyelidiki 650 laporan UFO selama satu tahun terakhir. Sejauh ini, ratusan insiden UFO tersebut diduga bukanlah objek yang berasal dari luar angkasa.

Dilansir dari ABC, Kamis (20/4), All-domain Anomaly Resolution Office (AARO), sebuah departemen khusus yang menyelidiki fenomena anomali seperti UFO, melaporkan bahwa terdapat kumpulan video berupa penampakan objek terbang yang beredar di media sosial. Video tersebut sempat hangat jadi perbincangan, sebab muncul spekulasi di masyarakat tentang keberadaan makhluk luar angkasa.

Baca Juga: Dokumen Rahasia yang Bocor Ungkap Mesir akan Pasok Amunisi ke Ukraina

Menurut Direktur AARO Sean Kirkpatrick, mayoritas objek dalam video yang beredar dapat dijelaskan karakteristiknya, seperti misalnya balon udara, sistem drone hingga kemungkinan ilusi dari fenomena alam tertentu.

"Mayoritas objek tak dikenal yang dilaporkan ke AARO menunjukkan karakteristik balon, sistem udara tak berawak, fenomena alam, atau sumber lain yang mudah dijelaskan," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sebagian besar objek tersebut terbang di ketinggian yang masuk radar militer. Kendati demikian, AARO masih belum dapat menemukan jawaban atas semua insiden yang meningkat dari 510 menjadi 650 pada tahun ini.

Baca Juga: Negara G7 Kecam Agresi dan Retorika Nuklir Rusia

"Tanpa data yang cukup, kami tidak dapat mencapai kesimpulan yang dapat dipertahankan maupun memenuhi standar ilmiah yang kami tetapkan," ungkapnya.

Hingga saat ini, AARO terus berkoordinasi dengan pihak Pentagon untuk menemukan penjelasan atas semua laporan UFO yang terjadi.

"Saya tidak akan menutup kasus yang tidak dapat kami pertahankan kesimpulannya," pungkasnya. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.