Intelijen AS: Presiden Korut Akan Menemui Putin Bahas Jual Beli Senjata

Jakarta, IDM - Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan berencana berkunjung ke Rusia untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di bulan ini. Pertemuan itu bertujuan untuk membahas kemungkinan pasokan senjata dari Korut ke Rusia.
Dilansir dari AP, Selasa (5/9), seorang otoritas intelijen Amerika Serikat (AS) yang identitasnya dirahasiakan menyebut Kim akan melakukan perjalanan dari Pyongyang dengan kereta lapis baja ke Vladivostok untuk bertemu dengan Putin.
Selain menjajaki kerja sama pasokan senjata, keduanya disebut berencana untuk menggelar latihan militer gabungan. Senada, Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Adrienne Watson mengungkapkan Rusia Sergei Shoigu telah melakukan perjalanan ke Pyongyang untuk meyakinkan mereka agar menjual amunisi artileri ke Rusia pada beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Israel Siap Luncurkan Pesawat Pengintai Oron, Dilengkapi Sistem Kecerdasan Buatan
“Kami memiliki informasi bahwa Kim Jong Un memperkirakan diskusi ini akan terus berlanjut, termasuk keterlibatan diplomatik tingkat pemimpin di Rusia," kata Watson.
Watson menegaskan, pihaknya berupaya untuk terus mendesak Korut berhenti melakukan tindakan konfrontatif termasuk transaksi jual beli senjata dengan Rusia. Menurutnya, negosiasi pasokan senjata antara kedua negara mengalami kemajuan cukup signifikan.
“AS mendesak Korut untuk menghentikan negosiasi senjata dengan Rusia dan mematuhi komitmen publik yang telah dibuat Pyongyang untuk tidak menyediakan atau menjual senjata ke Rusia," ujarnya.
Baca Juga: Dirundung Isu Korupsi, Zelensky Ganti Menteri Pertahanan Ukraina
AS beberapa kali memperingatkan bahwa Korut dapat memasok senjata kepada Rusia, yang pasukannya menginvasi Ukraina sejak Februari 2022. Namun, pihak Korut maupun Rusia tidak pernah menanggapi peringatan AS tersebut.
Sebelumnya, Juru Bicara Keamanan Nasional AS John Kirby juga mengungkapkan pihaknya memiliki informasi intelijen yang menunjukkan bahwa Putin dan Kim bertukar surat setelah kunjungan Shoigu. Kirby mengatakan surat-surat tersebut “lebih bersifat umum” namun perundingan keduanya mengenai penjualan senjata mengalami kemajuan. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































