Ini Penjelasan AS Terkait Serangan ke Iran

Jakarta, IDM – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menyatakan bahwa Israel berencana untuk menyerang Iran. Sehingga, AS menyerang lebih dulu guna menekan kerugian dan jumlah korban jiwa.
"Kami tahu bahwa akan ada aksi Israel, kami tahu bahwa itu akan memicu serangan terhadap pasukan Amerika, dan kami tahu bahwa jika kami tidak menyerang mereka terlebih dahulu sebelum mereka melancarkan serangan itu, kami akan menderita korban jiwa yang lebih tinggi," ujar Rubio dalam konferensi di Washington, melansir laman Kemlu AS State.gov, Selasa (3/3).
Baca Juga: Diserang AS Saat Proses Negosiasi, Iran Tegaskan Hal Ini
Pernyataan itu muncul sebelum militer AS mengonfirmasi bahwa jumlah korban tewas akibat konflik telah meningkat menjadi enam orang, setelah dua jenazah ditemukan di fasilitas regional yang diserang oleh Iran.
Iran membalas serangan gabungan AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, beberapa pejabat tinggi, dan ratusan warga sipil, dengan meluncurkan drone dan rudal di berbagai titik termasuk pangkalan dan aset AS di Teluk.
"Tujuan operasi ini adalah untuk menghancurkan kemampuan rudal balistik mereka dan memastikan mereka tidak dapat membangunnya kembali, dan memastikan bahwa mereka tidak dapat bersembunyi di balik itu untuk memiliki program nuklir. Itulah tujuan misi ini," imbuhnya.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Tajam Setelah AS-Israel Serang Iran, Selat Hormuz Membara
Rubio berpendapat bahwa meskipun AS dan Israel menyerang terlebih dahulu, Washington bertindak untuk menggagalkan ancaman langsung dari Iran.
"Jika kita menunggu mereka menyerang terlebih dahulu setelah mereka diserang – oleh pihak lain, Israel menyerang mereka, lalu mereka menyerang kita, dan kita menunggu mereka menyerang kita – kita akan menderita lebih banyak korban dan lebih banyak kematian. Kita bertindak proaktif dan defensif untuk mencegah mereka menimbulkan kerusakan yang lebih besar," jelasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































