Ini Pantsir-M, Sistem Pertahanan Udara Rusia yang Berhasil Mencegat Storm Shadow

Jakarta, IDM – Rusia mengklaim bahwa pihaknya telah berhasil mencegat rudal jarak jauh Storm Shadow milik Ukraina menggunakan sistem pertahanan udara Pantsir-M buatan dalam negeri untuk pertama kalinya.
“Sebuah kapal yang sedang bertugas tempur menghadapi rudal Storm Shadow. Dengan kata lain, kita sudah dapat berbicara tentang keberhasilan penggunaan pertama sistem Pantsir-M yang diproduksi secara serial melawan rudal jelajah Storm Shadow,” Oleg Ryazantsev selaku direktur High Precision Weapons, sebuah pabrik senjata Rusia, melansir TASS, Senin (8/4).
Baca Juga: Zelensky Sebut Ukraina Butuh 25 Sistem Patriot untuk Lindungi Seluruh Wilayah
Ia menyebut Pantsir-M memang dirancang untuk melawan ancaman rudal jelajah semacam itu. Mereka terus dikembangkan agar mampu menghadapi berbagai tantangan ketika digunakan menghadapi Ukraina di medan tempur.
Melansir Sputnik, Pantsir-M adalah varian untuk angkatan laut dari seri Pantsir yang berbasis di darat, yang merupakan gabungan sistem rudal permukaan-ke-udara (SAM) dan sistem senjata jarak dekat (CIWS) yang dirancang untuk menghadapi rudal, drone, pesawat terbang, dan proyektil lainnya pada jarak sekitar 20 km.
Baca Juga: Utusan PBB Sebut Israel Tidak Patuhi Hukum Humaniter Internasional
"Pantsir-M dapat menyerang hingga empat sasaran secara bersamaan, dan untuk saat ini merupakan satu-satunya sistem pertahanan udara berbasis kapal di dunia yang menggunakan modul tempur yang menggabungkan CIWS, SAM, dan sistem kontrol radar-optik, termasuk pencarian target otomatis, kemampuan seleksi dan tembak dalam satu unit," tulis Sputnik.
Sistem ini memiliki waktu reaksi antara tiga dan lima detik, dan dapat mencapai target yang terbang hingga 1.000 meter per detik. Dengan berat total sekitar 7.100 kg, Pantsir-M akan dipasang pada berbagai kapal perang, termasuk kapal korvet rudal kecil hingga kapal patroli berukuran besar. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































