INTERNASIONAL

Inggris, Prancis dan Jerman Kecam Peningkatan Nuklir Iran

Inggris, Prancis dan Jerman Kecam Peningkatan Nuklir Iran
Ilustrasi Mesin Pengayaan Uranium IR 9 Iran (Dok. Twitter/AEOI_IR)

Jakarta, IDM - Inggris, Prancis dan Jerman telah mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam keputusan Iran untuk memperkaya uranium sekaligus memperluas program nuklirnya. Mereka menyebut tindakan tersebut telah melampaui Joint Comprehensive Plan of Action (JCPoA), perjanjian untuk membatasi program nuklir Iran pada 2015 lalu.

Dilansir dari Gov.uk, Selasa (22/11), Inggris, Prancis dan Jerman mendesak Iran agar sepenuhnya menaati perjanjian Non-Proliferasi JCPoA. Dalam pernyataan bersama, ketiga negara menyebutkan bahwa saat ini Iran mempercepat produksi uranium dan telah mengambil langkah signifikan yang melanggar JCPoA.

"Langkah Iran merupakan tantangan bagi sistem non-proliferasi global. Iran secara hukum berkewajiban di bawah Perjanjian Non-Proliferasi untuk sepenuhnya menerapkan kesepakatan yang ada," tegas mereka.

Pernyataan tersebut dikemukakan setelah Iran mengumumkan dari media resminya Irna.ir, Selasa (22/11), bahwa Iran telah mulai memperkaya uranium hingga 60 persen di Pabrik Fordo, terletak sekitar 100 kilometer di selatan Ibu Kota Teheran. Peningkatan pengayaan dipandang The Atomic Energy Organization of Iran (AEOI) sebagai tambahan yang signifikan untuk program nuklir negaranya.

Baca: Korut Sebut PBB Berpihak Pada AS

Badan Pengawas Nuklir PBB pun mengkonfirmasi adanya peningkatkan program nuklir Iran secara signifikan. Pengayaan uranium hingga 60 persen, masih di bawah yang dibutuhkan untuk bahan produksi senjata tetapi masih jauh lebih tinggi dari yang disetujui Iran berdasarkan kesepakatan JCPoA. Inggris, Prancis dan Jerman akan terus mendorong peran Badan Pengawas Nuklir PBB dengan “berkonsultasi tentang cara terbaik untuk mengatasi eskalasi nuklir Iran yang berkelanjutan.” (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.