Inggris dan Puluhan Negara Jajaki Sanksi agar Iran Buka Selat Hormuz

Jakarta, IDM – Inggris bersama puluhan negara lainnya sepakat menjajaki pemberlakuan sanksi untuk menekan Iran agar membuka kembali Selat Hormuz.
Hal itu diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris Yvette Cooper usai pertemuan dengan lebih dari 40 negara secara daring, sebagai upaya bersama dalam memastikan keamanan pasokan energi pada beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Upacara Penghormatan Digelar untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
"Pertemuan ini menunjukkan dengan jelas tekad komunitas internasional untuk mengamankan kebebasan navigasi dan membuka kembali Selat Hormuz. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran merupakan ancaman langsung terhadap kemakmuran global," katanya melansir laman pemerintahan Inggris, Gov.uk, Jumat (3/4).
Cooper menuturkan, Iran telah membajak jalur pelayaran internasional untuk "menyandera ekonomi global". Dengan demikian, Inggris mendorong puluhan negara untuk melakukan sejumlah langkah termasuk sanksi ekonomi.
Baca Juga: Iran Tak Segan Eksekusi Mati Pihak yang Membantu AS-Israel
Mereka akan "meningkatkan tekanan diplomatik internasional, termasuk melalui PBB, untuk mengirimkan pesan yang jelas dan terkoordinasi kepada Iran agar mengizinkan lalu lintas transit tanpa hambatan melalui Selat Hormuz dan untuk secara menyeluruh menolak pengenaan bea masuk pada kapal-kapal yang berupaya melewatinya," katanya.
"Jelajahi langkah-langkah ekonomi dan politik yang terkoordinasi, seperti sanksi, untuk menekan Iran jika Selat Hormuz tetap tertutup," pungkasnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































