Indonesia Tegaskan Dukungan bagi Perdamaian Palestina yang Adil dan Permanen

Jakarta, IDM – Indonesia menegaskan dukungan bagi Palestina dalam mendorong terwujudnya perdamaian yang adil dan berkelanjutan, sekaligus memastikan terwujudnya Solusi Dua Negara.
Hal itu diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono saat melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Tetap Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Menteri Riyad Mansour, di Kantor Perwakilan Palestina di New York, Senin (16/2).
Wakil Tetap Palestina Riyad Mansour, menyampaikan apresiasi dukungan itu dan menilai pertemuan keduanya dapat mempererat solidaritas dalam mendorong aksi nyata PBB di tengah situasi sulit yang dihadapi rakyat Palestina.
Baca Juga: Pasukan Perdamaian TNI di Kongo Gelar Penyuluhan Malaria hingga Keterampilan Memasak
Mansour menekankan, Indonesia memiliki tempat istimewa di hati rakyat Palestina, dengan ikatan sejarah yang erat antara kedua bangsa, terutama sejak lahirnya Dasasila Bandung pada tahun 1955.
Kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai implementasi Resolusi DK PBB 2803 (2025), khususnya terkait pembentukan Board of Peace (BoP) dan rencana pengerahan International Stabilization Force (ISF) di Gaza. Mansour meyakini bahwa Indonesia dapat memainkan peran konstruktif dalam kedua inisiatif tersebut guna mendorong terwujudnya Solusi Dua Negara.
“Kami siap berkontribusi lebih jauh, termasuk mempersiapkan kemungkinan pengerahan pasukan penjaga perdamaian ke Gaza, yang dapat diawali dengan bantuan kesehatan dan rekonstruksi,” ujar Sugiono melansir keterangan tertulis Kemlu RI, Selasa (17/2).
Baca Juga: Palestina Kecam Serangan Israel yang Berkepanjangan
Sugiono juga mengungkapkan rencana partisipasi Presiden RI Prabowo Subianto, dalam pertemuan Board of Peace di Washington D.C. pada minggu ini, bersama sejumlah pemimpin dunia termasuk negara-negara yang tergabung dalam “Kelompok 8” (Indonesia, Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Pakistan), yang aktif mendorong upaya perdamaian di Gaza, Palestina.
“Partisipasi Presiden Indonesia bertujuan memastikan setiap keputusan yang diambil selaras dengan Piagam PBB dan upaya multilateral yang ada, guna membuka jalan bagi perdamaian yang adil dan berkelanjutan,” pungkasnya. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































