INTERNASIONAL

Indonesia Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian PBB Terbesar ke-6, Ini Tugasnya

UN
Atribut penjaga perdamaian PBB (Foto: Dok. Peacekeeping.un.org)

Jakarta, IDM – Indonesia merupakan penyumbang personel penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) terbesar ke-6 di dunia. Para personel ini memikul tanggung jawab besar di daerah konflik.

"Saat ini, Indonesia mengerahkan lebih dari 2.700 personel militer dan polisi untuk operasi perdamaian PBB di Abyei, Republik Afrika Tengah, Siprus, Republik Demokratik Kongo, Lebanon, Somalia, Sudan Selatan, dan Sahara Barat," tulis PBB melalui laman resminya, dikutip pada Sabtu (8/6).

Baca Juga: Terkait Perang dengan Ukraina, Putin Tak akan Kerahkan Nuklir

Tidak sedikit dari mereka yang gugur. Pada 30 Mei lalu, dua prajurit TNI dianugerahi medali anumerta Dag Hammarskjöld. Keduanya adalah Pratu Bibit Nailil Huda, yang menjalankan tugas MONUSCO di Kongo; dan Serka Dudi Iskandar, yang bertugas UNIFIL Lebanon.

Selama 75 tahun, PBB telah mengerahkan pasukan penjaga perdamaian untuk melindungi warga sipil, secara aktif mencegah konflik, mengurangi kekerasan dan memperkuat keamanan.

Baca Juga: Ini Daftar 5 Anggota Tidak Tetap DK PBB yang Baru

Secara garis besar, pasukan penjaga perdamaian PBB memberikan dukungan keamanan dan politik untuk negara-negara yang bertransisi dari konflik menuju perdamaian, yang dipandu oleh tiga prinsip dasar yaitu persetujuan para pihak, ketidakberpihakan, dan tidak menggunakan kekerasan kecuali untuk membela diri atau mempertahankan mandat.

Bermula pada tahun 1948, PBB memutuskan untuk mengirim pengamat militer ke Timur Tengah untuk mengawasi pelaksanaan Perjanjian Gencatan Senjata Israel-Arab. Sejak saat itu, lebih dari dua juta penjaga perdamaian dari 125 negara telah bertugas di 71 operasi di seluruh dunia. Kini, terdapat sekitar 76.000 perempuan dan laki-laki yang bertugas di 11 zona konflik di Afrika, Asia, Eropa, dan Timur Tengah. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.