Indonesia Desak PBB Tuntaskan Investigasi Gugurnya Pasukan UNIFIL di Lebanon

Jakarta, IDM – Pemerintah Indonesia merespons serius temuan awal Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait gugurnya tiga personel TNI dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.
Melalui Kementerian Luar Negeri, Indonesia mendesak agar investigasi segera dituntaskan secara menyeluruh dan transparan.
Baca Juga: AS Sebut Penghentian Konflik di Lebanon Tidak Termasuk dalam Kesepakatan Gencatan Senjata
Plt Direktur Keamanan dan Perdamaian Internasional Kemlu, Veronika Vika Rompis, menyampaikan bahwa laporan awal dari United Nations Department of Peace Operations telah diterima pemerintah dan tengah dikaji secara mendalam.
"Pemerintah Indonesia telah mencatat hasil investigasi tersebut dan meminta agar PBB menuntaskan penyelidikan secara menyeluruh," tegas Vika.
Adapun temuan awal mengindikasikan dua insiden berbeda pada 29 dan 30 Maret 2026.
Baca Juga: Israel Serang Lebanon, PBB: Dapat Merusak Gencatan Senjata dengan Iran
Serangan pertama diduga melibatkan amunisi tank Merkava milik Israel Defense Forces, sementara insiden kedua berkaitan dengan dugaan penggunaan IED oleh kelompok Hizbullah.
Indonesia menegaskan keselamatan pasukan penjaga perdamaian harus menjadi prioritas utama dan meminta akuntabilitas penuh atas kejadian tersebut. (Ykb)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































