Ilmuwan Rudal Hipersonik Rusia Diduga Bocorkan Informasi Rahasia ke Cina

Jakarta, IDM – Pemerintahan Rusia telah menahan seorang direktur lembaga sains terkemuka karena dicurigai melakukan pengkhianatan bersama dua ilmuwan. Mereka diduga secara sengaja membocorkan rahasia teknologi rudal hipersonik Rusia pada Cina.
Dilansir dari Reuters, Kamis (25/5), direktur Siberia's Khristianovich Institute of Theoretical and Applied Mechanics (ITAM), Alexander Shiplyuk disebut telah menyerahkan sejumlah dokumen rahasia yang menjelaskan material rahasia dari pembuatan rudal canggih Rusia.
Baca Juga: Kapal Induk Terbesar di Dunia Berlayar ke Norwegia, Ada Apa?
Shiplyuk dituduh menyebarkan informasi itu ketika konferensi sains di Cina pada 2017. Namun, laki-laki 56 tahun itu mengaku tak bersalah. Ia berdalih, informasi yang disebut ia bocorkan bukan kategori rahasia dan tersedia secara daring.
Kecurigaan pemerintah Rusia terhadap ilmuwan negaranya ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Beberapa pakar lain juga pernah ditangkap karena diduga melakukan hal serupa, yaitu mengkhianati negara.
Baca Juga: Iran Klaim Berhasil Luncurkan Rudal Khaibar dengan Jangkauan 2.000 Km
Menanggapi kejadian ini, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan otoritas keamanan terus mewaspadai kemungkinan kasus yang disebutnya sebagai pengkhianatan terhadap ibu pertiwi. Menurutnya, "Ini adalah pekerjaan yang sangat penting. Ini terjadi terus-menerus dan tidak mungkin diabaikan.”
Sementara itu, Kementerian luar negeri Cina menolak tuduhan bahwa Beijing telah menargetkan ilmuwan Rusia untuk mendapatkan penelitian sensitif. Pihaknya menegaskan hubungan Cina Rusia didasarkan antas prinsip non konfrontasi. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































