Hizbullah Tolak Perundingan Langsung dengan Israel, Uraikan 5 Poin Solusi

Jakarta, IDM – Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem Hizbullah menolak negosiasi langsung dengan Israel dan menguraikan lima poin guna menyelesaikan konflik. Ia menegaskan, pihaknya akan melanjutkan “perlawanan defensif” dan tidak akan melucuti senjata.
Melansir AA, Selasa (27/4), ia mengkritik perundingan tatap muka antara ototitas Lebanon dan Israel untuk pertama kalinya dalam 43 tahun, yang berlangsung di Washington, Amerika Serikat (AS) beberapa hari lalu.
Baca Juga: Gugurnya Praka Rico di Lebanon Perkuat Desakan Indonesia atas Perlindungan Pasukan Perdamaian PBB
“Solusinya adalah mencapai lima poin sebelum hal lain,” sambungnya.
Ia menjelaskan, kelima poin itu adalah “menghentikan agresi di darat, laut, dan udara, penarikan Israel dari wilayah pendudukan, pembebasan tawanan, kembalinya penduduk ke semua desa dan kota mereka, serta rekonstruksi.”
Menurutnya, Israel tidak berhak atas pendudukan di Lebanon dan telah sengaja mengabaikan hak-hak warga di Lebanon. Ia menyerukan kepada pemerintah Lebanon untuk menjadi pemerintah rakyat, bukan pemerintah faksi yang memiliki kepentingan masing-masing.
Baca Juga: Putin Mengenang Para Prajurit Korut yang Ikut Bertempur di Kursk
Adapun, Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan bahwa konflik telah menewaskan lebih dari 2.500 orang dan sekitar 1,6 juta orang lainnya terpaksa mengungsi sejak 2 Maret. Israel-Lebanon telah menyepakati gencatan senjata selama 10 sejak 17 April lalu, namun Israel dilaporkan terus meluncurkan serangan ke Lebanon, yang diklaim menargetkan Hizbullah. Gencatan senjata itu diperpanjang selama tiga minggu setelah putaran kedua perundingan Israel-Lebanon di Washington.
Hizbullah juga dilaporkan telah melakukan serangkaian serangan drone yang menargetkan tentara Israel di Lebanon Selatan dan Israel utara. Hal itu dilakukan sebagai balasan karena Israel melanggar gencatan senjata. (bp)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































