Hizbullah Serang Israel Bagian Utara dengan 140 Roket

Jakarta, IDM - Hizbullah dilaporkan telah meluncur 140 roket ke Israel bagian utara pada Jumat (20/9) sore waktu setempat. Hal itu dilakukan sehari setelah pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah bertekad untuk membalas serangan Israel melalui ledakan pager di Lebanon.
Baca Juga: Israel Gencarkan Serangan ke Hizbullah Timbulkan Kekhawatiran Perburuk Konflik di Timur Tengah
Dilansir dari AP, Jumat (20/9), otoritas militer Israel mengatakan bahwa roket-roket itu ditembakkan dalam tiga gelombang, yang menargetkan beberapa titik di sepanjang perbatasan dengan Lebanon.
Sementara, Hizbullah mengklaim meluncurkan roket Katyusha untuk menghancurkan beberapa fasilitas militer termasuk pangkalan pertahanan udara serta markas besar brigade lapis baja Israel. Hal itu dilakukan sebagai balasan atas serangan Israel terhadap desa-desa dan rumah-rumah di Lebanon selatan.
Baca Juga: Presiden Putin Targetkan Tambah Produksi Drone Hingga 10 Kali Lipat
Sebelumnya, Nasrallah melalui pidatonya bertekad untuk terus menggencarkan serangan terhadap Israel. Terlebih lagi, usai Israel diyakini menyabotase ribuan pager milih anggota Hizbullah yang meledak pada beberapa waktu lalu. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































