INTERNASIONAL

Helikopter Apache AS Jatuh di Selat Hormuz, Trump Buka Suara Soal Kondisi Pilot

helikopter Apache AS
Ilustrasi helikopter Apache AS. (Foto: Dok.X/BRICSinfo)

Jakarta, IDM – Sebuah helikopter tempur jenis Apache milik militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan jatuh di kawasan Selat Hormuz. Beruntung, dua awak udara yang mengoperasikan helikopter penyerang tersebut berhasil diselamatkan setelah sempat terombang-ambing di dekat jalur perairan konflik yang dikendalikan ketat oleh Iran.

Melansir laporan Reuters dari harian The New York Times, Selasa (9/6), insiden jatuhnya helikopter buatan Boeing ini langsung memicu ketegangan baru di kawasan Timur Tengah. Pasalnya, lokasi kecelakaan berada sangat dekat dengan koridor maritim vital yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia.

Baca Juga: Pasukan Perdamaian TNI di Kongo Ubah Lahan Kosong jadi Sumber Pangan

Merespons peristiwa darurat ini, Presiden AS Donald Trump segera memberikan pernyataan resmi untuk meredam kepanikan publik. Di depan para awak media, Trump menegaskan bahwa kedua pilot militer tersebut berada dalam kondisi selamat tanpa luka serius.

"Para pilot dalam kondisi baik-baik saja. Tidak ada korban cedera," ungkap Trump saat berbicara di landasan pacu Bandara Internasional John F. Kennedy, New York, sebelum bertolak kembali menuju ibu kota Washington, DC.

Meski kondisi kru dipastikan aman, penyebab utama jatuhnya burung besi tersebut masih menjadi misteri besar. Mengutip laporan intelijen awal, otoritas keamanan belum bisa memastikan apakah helikopter Apache tersebut jatuh akibat hantaman tembakan militer Iran, mengalami gangguan teknis pada sistem mekanis mesin, atau menghadapi kendala operasional lainnya di lapangan.

Baca Juga: Pertama Sejak 2019, Xi Jinping ke Korut Temui Kim Jong Un

Upaya pencarian fakta pun tampaknya masih berjalan alot di tingkat internal pemerintahan. Sejumlah lembaga elite AS, mulai dari Gedung Putih, Departemen Luar Negeri, hingga Komando Sentral AS (US Centcom) yang membawahi operasi militer di Timur Tengah, kompak memilih bungkam dan belum memberikan tanggapan resmi saat wartawan meminta konfirmasi.

Saat jurnalis mencecar pertanyaan mengenai pemicu utama kecelakaan, Trump hanya menjanjikan sebuah transparansi informasi. Ia menyebut, pemerintah pusat bakal merilis laporan investigasi menyeluruh terkait insiden Selat Hormuz ini dalam waktu dekat.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.