Hari Pertama Ramadan, Masyarakat Gaza dipenuhi Keterbatasan

Jakarta, IDM – Masyarakat Gaza yang tinggal di tenda pengungsian memulai hari pertama bulan Ramadan dengan keterbatasan karena konflik yang telah berlangsung selama tiga tahun.
Melansir Un.org, Rabu (18/2), Al-Assi tinggal bersama keluarganya di tenda yang terbuat dari kain dan terpal plastik di samping reruntuhan rumah mereka di Al-Zarqa di pusat Kota Gaza. Ia mengenang hangatnya tradisi di rumah mereka menjelang Ramadan, termasuk makan makanan manis Qatayef.
Baca Juga: Israel Bersikeras Tidak akan Mundur dari Gaza
"Semuanya telah berubah sekarang. Kami telah kehilangan semua ini. Hari ini, saya melihat barang-barang di toko, dan saya memalingkan muka karena saya tidak punya uang untuk membelinya," ujarnya.
Di tenda pengungsian lainnya, Amal Al-Samri dan suaminya berusaha menciptakan suasana hangat, meskipun hanya secara simbolis untuk bulan Ramadan. Mereka sibuk merapihkan tenda dan mempersiapkan bulan suci bersama tiga anak mereka.
Ia mengatakan bahwa sebelum konflik, ia terbiasa mengunjungi kerabat dan keluarga, berbelanja di pasar untuk kebutuhan rumah tangga dan menciptakan suasana Ramadhan lengkap dengan dekorasi.
“Hari ini, tidak ada apa-apa. Kami hidup dalam tragedi. Tidak ada listrik atau air," imbuhnya, seraya menambahkam bahwa mereka telah mengungsi di beberapa tempat sejak rumah hancur.
Baca Juga: Pelatihan Karate hingga Gelar Layar Tancap, Misi Pasukan Perdamaian TNI Rangkul Masyarakat Kongo
Terlepas dari konflik, salah satu pasar di Kota Gaza, Pasar Zawiya nampak menyambut Ramadhan. Para pedagang memasang dekorasi dan papan iklan yang mempromosikan barang dagangan di toko mereka.
Namun, Luay Al-Jamasi, salah satu pemilik toko, menyatakan bahwa banyak orang yang melewati pasar tanpa membeli apa pun karena mereka tidak memiliki cukup uang. Ia mengungkapkan, salah satu dekorasi berupa lampion kini harganya telah naik dua kali lipat karena minimnya pasokan barang yang masuk ke Gaza. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































