Harga Minyak Dunia Naik Tajam Setelah AS-Israel Serang Iran, Selat Hormuz Membara

Jakarta, IDM – Harga minyak dunia naik tajam setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran, Sabtu (28/2). Harga minyak naik dan stok merosot karena serangan tersebut menganggu rantai pasok global.
Mengutip laporan AP dan Reuters, harga minyak mentah West Texas intermediate yang diproduksi di AS, naik menjadi 72,79 dollar AS per barel pada Senin (2/3). Angka ini naik sekitar 8,6 persen dari harga 67 dollar AS per barel pada Jumat (27/2).
Kemudian, dalam kurun waktu yang sama, harga minyak mentah Brent naik sekitar 9 persen dari 72,87 ke 79,41 dollar AS per barel, angka tertinggi sejak tujuh bulan belakangan.
Baca Juga: Menlu Iran: Proses Suksesi Khamenei Telah Dimulai
Para pedagang meyakini, pasokan minyak dari Iran dan kawasan Timur Tengah lain melambat atau terhenti karena Presiden AS Donald Trump memberikan kode bahwa serangan AS dan Israel ke Iran akan berlanjut sampai tujuan AS tercapai.
Pasokan minyak terdampak karena posisi Selat Hormuz, yang menjadi jalur strategis minyak dunia. Iran telah memperingatkan kapal-kapal pengangkut minyak agar tidak melewati selat tersebut.
"Dampak yang paling mendesak dan nyata yang mempengaruhi pasar minyak adalah penghentian lalu lintas yang efektif melalui Selat Hormuz, mencegah 15 juta barel per hari minyak mentah mencapai pasar," kata kepala analisis geopolitik di Rystad Energy, Jorge Leon, kepada kantor berita Reuters.
Baca Juga: Bukan Hanya Militer, Iran Juga Perangi Tuduhan AS-Israel
Laporan yang dikutip dari Al Jazeera menyebutkan, beberapa perusahaan minyak terkemuka menangguhkan pengiriman bahan bakar melalui Selat Hormuz setelah AS dan Israel menyerang Iran.
“Kapal kami akan tetap berada di tempat selama beberapa hari,” kata seorang pejabat eksekutif sebuah perusahaan terkemuka kepada Reuters, dikutip Sabtu (28/2). (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































