Hampir 90 Negara akan Ikut KTT Perdamaian Ukraina, Rusia Diyakini Tidak Hadir

Jakarta, IDM – Presiden Swiss Viola Amherd mengatakan bahwa terdapat hampir 90 negara dan organisasi yang mayoritas dari Eropa, telah mengonfirmasi untuk hadir dalam KTT perdamaian Ukraina yang akan diselenggarakan di Swiss pada 15-16 Juni mendatang.
KTT ini bertujuan untuk menetapkan arah menuju perdamaian abadi di Ukraina dengan mencapai pemahaman bersama melalui penyusunan 'peta jalan'. Kendati demikian, Rusia belum diundang karena diyakini tidak akan hadir dalam perbincangan tersebut. Sebab, didasarkan pada proposal perdamaian dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang ditolak Pemerintahan Rusia.
Baca Juga: Ukraina Klaim Hancurkan Pesawat Su-57 Rusia untuk Pertama Kalinya
“Ini bukan tentang propaganda. Ini tentang dasar bantuan kemanusiaan yang diberikan oleh Swiss, berdasarkan pada pembinaan perdamaian (dan) untuk menyediakan platform untuk memulai dialog," kata Amherd melansir AP, Selasa (11/6).
Ia menyebut sebagian besar peserta adalah para pemimpin negara, dengan sekitar setengahnya diwakili di tingkat kepala negara atau pemerintahan, dan beberapa perwakilan organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-bangsa pun akan hadir.
Baca Juga: Korut Peringatkan Tanggapan Tegas Jika Korsel Terus Siarkan Propaganda
Sementara, total undangan yang telah disebar yaitu 160 pihak dan daftar final partisipan yang hadir akan dipastikan pada sehari sebelum acara dimulai. Sebelumnya, Brazil dan Cina mengatakan mereka tidak akan ambil bagian kecuali kedua belah pihak, termasuk Rusia sepakat hadir. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































