INTERNASIONAL

Hamas Setuju Bebaskan 10 Sandera Jadi Bagian Perundingan Gencatan Senjata

Situasi Gaza.
Hamas menyetujui untuk membebaskan 10 sandera sebagai bagian dari perundingan gencatan senjata Gaza. (Foto: Dok. X/OHCHR Palestine)

Jakarta, IDM – Hamas menyetujui untuk membebaskan 10 sandera, sebagai bagian dari perundingan gencatan senjata jalur Gaza.

Kebijakan ini dilakukan setelah Israel memberikan pernyataan optimis, soal prospek kesepakatan untuk menghentikan pertempuran di wilayah Palestina.

Baca Juga: Satgas SEMPU XXV-Q Gelar Latihan Menembak di Lebanon

Kelompok pejuang Palestina itu menyebut bahwa perundingan gencatan senjata yang sedang berlangsung memiliki beberapa poin penting, termasuk aliran bantuan, penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza, dan "jaminan nyata" untuk gencatan senjata permanen.

Pernyataan Hamas muncul setelah perundingan yang ditengahi oleh Qatar dan ketika Amerika Serikat (AS) mengisyaratkan kesepakatan gencatan senjata 60 hari akan tercapai sebelum akhir pekan.

Utusan khusus AS Steve Witkoff menuturkan, bagian dari kesepakatan adalah pengembalian 10 sandera hidup yang ditahan oleh militan sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel.

“Meskipun negosiasi mengenai isu-isu ini masih sulit, kami terus bekerja dengan serius dan dengan semangat positif bersama para mediator untuk mengatasi rintangan dan mengakhiri penderitaan rakyat kami serta memastikan aspirasi mereka akan kebebasan, keamanan, dan kehidupan yang bermartabat,” bunyi pernyataan Hamas, dikutip dari Channel News Asia, Kamis (10/7).

Baca Juga: Trump dan Netanyahu Gelar Pertemuan Mendadak di Gedung Putih, Bahas Peluang Gencatan Senjata di Gaza

Terpisah, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dirinya yakin kesepakatan gencatan senjata akan segera tercapai. Hal itu diungkapkan Netanyahu seusai bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada Selasa malam (8/7).

"Saya pikir kita semakin dekat dengan kesepakatan. Ada kemungkinan besar kita akan mencapainya,” tandas Netanyahu. (ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.