Hamas Sebut Siap Negosiasi Tahap Dua Gencatan Senjata

Jakarta, IDM – Hamas mengungkapkan kesiapan mereka untuk memulai pembicaraan mengenai fase kedua gencatan senjata di Gaza. Hal itu diungkapkan usai melakukan pertukaran sandera dengan Israel.
Gencatan senjata tahap satu Hamas-Israel telah berlaku sejak 19 Januari. Kesepakatan ini seharusnya berakhir beberapa hari lagi dan berlanjut menjadi tahap kedua.
Baca Juga: Korsel Sebut Korut Kirim Pasukan Tambahan ke Rusia
Namun, Hamas-Israel belum melakukan pembicaraan mengenai tahap kedua, yang bertujuan untuk mengakhiri konflik secara permanen. Lebih dari 46.000 orang Palestina dilaporkan menjadi korban konflik sejak 7 Oktober 2023.
Menanggapi akan berakhirnya tahap satu gencatan senjata, Hamas mengatakan bersedia untuk berdiskusi melanjutkan kesepakatan tahap dua dengan Israel.
Baca Juga: Usai Tertunda, Hamas-Israel Kembali Melakukan Pertukaran Sandera
"Kami memperbarui komitmen penuh kami terhadap perjanjian gencatan senjata, dan menegaskan kesiapan kami untuk memasuki negosiasi untuk tahap kedua perjanjian tersebut," kata Hamas melansir Reuters, Kamis (27/2).
Sebelumnya, Hamas-Israel kembali melakukan pertukaran sandera. Ratusan tawanan Palestina dibebaskan dari Tel Aviv dan ditukar dengan empat jasad sandera Hamas. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































