INTERNASIONAL

Hamas Bantah Gunakan Rumah Sakit untuk Aktivitas Militer

Rumah Sakit
Kondisi Rumah Sakit Kamal Adwam setelah serangan IDF pada Desember 2024 (Foto: Dok. WHO)

Jakarta, IDM - Hamas membantah tuduhan Israel bahwa pihaknya memanfaatkan sebuah rumah sakit di Gaza Utara untuk aktivitas militer.

Sebelumnya, Pasukan Bersenjata Israel (Israel Defense Forces/IDF) mengklaim bahwa pihaknya telah menangkap dua orang, yang salah satunya memasang bahan peledak dibawa dari dalam Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza Utara, sebelum keduanya menjadi sasaran dan tewas.

Baca Juga: Tiga Tahun Konflik Gaza, PBB Serukan Israel-Hamas Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata

"Kedua teroris Hamas tersebut keluar dari Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza Utara. Salah satu teroris memasang bahan peledak, yang ia bawa dari dalam rumah sakit di area 'Yellow Line' dengan tujuan mencelakai pasukan IDF," katanya melalui platform X @IDF, Kamis (8/10).

IDF menuturkan, salah satu orang itu adalah Mohammed Tamous, anggota Hamas sekaligus bekerja untuk Pertahanan Sipil Palestina. Penggunaan rumah sakit untuk kegiatan militer itu disebut sebagai upaya untuk memulihkan kemampuan Hamas.

Melansir Anadolu, Hamas menegaskan bahwa tuduhan itu "palsu dan tidak berdasar". Mereka menyebut Israel telah berulangkali melontarkan tuduhan terkait penggunaan rumah sakit untuk kegiatan militer. Menurut Hamas, Israel menggunakan tuduhan semacam itu sebagai dalih untuk menargetkan rumah sakit dan fasilitas sipil lainnya di Gaza.

Baca Juga: Tiga Orang Tewas Akibat Serangan Houthi di Saudi

Sebelumnya, seorang petugas medis Pertahanan Sipil Palestina dilaporkan meninggal dunia akibat luka yang diderita dalam serangan Israel saat ia sedang menuju lokasi untuk membantu korban luka di dekat Rumah Sakit Kamal Adwan.

Sejak Oktober 2023, bombardir Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina dan lebih dari 175.000 lainnya mengalami luka-luka. Konflik juga telah menghancurkan sekitar 90% infrastruktur di wilayah tersebut.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.