Hadapi Tantangan Regional, NATO dan UE Bentuk Deklarasi Keamanan Bersama

Jakarta, IDM - NATO dan Uni Eropa (UE) menandatangani deklarasi bersama untuk memperkuat kemitraan guna meningkatkan pertahanan regional, Selasa (10/1). Deklarasi bersama ini merupakan yang pertama kalinya dibentuk sejak invasi Rusia terhadap Ukraina.
Dilansir dari Nato.int, Selasa (10/1), Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Charles Michel sepakat untuk meningkatkan kerja sama antara kedua institusi di markas NATO di Brussels, Belgia. Deklarasi bersama ini disepakati setelah dirumuskan sejak Rusia menginvasi Ukraina Februari lalu. "Putin ingin merebut Ukraina dan memecah belah kita," ujar Stoltenberg.
Ursula pun menggemakan bahwa “Kami tahu bahwa kami harus memperkuat dan sekarang memperdalam kemitraan yang telah berusia lebih dari 20 tahun ini, karena keamanan Eropa ditantang dan terancam."
Menurut deklarasi tersebut negara-negara Eropa harus mempersiapkan unsur pertahanan dan membangun postur militer yang lebih kuat namun harus beriringan dengan strategi NATO. Hal ini dilakukan karena NATO merupakan fondasi pertahanan bersama di kawasan.
Baca: Rusia Kembali Gempur Soledar, Wilayah Industri Ukraina
“NATO tetap menjadi fondasi pertahanan kolektif bagi sekutunya dan penting untuk keamanan Euro Atlantik,” ujar deklarasi tersebut. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































