Hadapi Ancaman Korut, Korsel Gencarkan Operasi Pertahanan Siber

Jakarta, IDM – Korea Selatan (Korsel) akan menggencarkan operasi pertahanan siber di tengah ancaman peretasan dan disinformasi yang meningkat termasuk dari Korea Utara (Korut).
Dilansir dari Yonhap, Senin (2/9), operasi itu dilakukan berdasarkan Rencana Dasar Keamanan Siber Nasional yang diluncurkan oleh Dewan Keamanan Nasional (The National Security Council/NSC), yang disusun bersama 14 lembaga pemerintah Korsel.
Baca Juga: Australia akan Produksi Rudal Jelajah dengan Kongsberg
"Kami akan menjamin pencegahan terhadap aktivitas siber dan aktor yang merusak keamanan dan kepentingan nasional melalui langkah-langkah pertahanan proaktif dan aktif," kata Menteri Pertahanan Korsel Shin Won-sik.
"Kami akan membangun landasan untuk menanggapi disinformasi yang memecah belah opini publik dan menyebabkan keresahan sosial di dunia maya," tambahnya.
Baca Juga: Rusia Akui Siap Perundingan Damai Sebelum Ukraina Serang Kursk
Dalam mencapai tujuan tersebut, kata dia, Korsel akan bekerja sama dengan negara-negara yang "memiliki nilai-nilai demokrasi liberal yang sama" dan mengoordinasikan respons demi ranah siber yang aman dan damai.
Korsel akan memanfaatkan kecerdasan buatan dalam membangun sistem keamanan berlapis. Hal ini dilakukan di tengah kekhawatiran atas dugaan pencurian mata uang kripto oleh Korut untuk mendanai program nuklir dan rudal. Jaringan peretas Korut pun diyakini telah berupaya mencuri beberapa dokumen rahasia miliki industri pertahanan barat. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































