Hadapi Ancaman Korut, Korsel, AS dan Jepang Gelar Latihan Gabungan

Jakarta, IDM – Korea Selatan (Korsel), Amerika Serikat (AS) dan Jepang menggelar latihan udara gabungan di Semenanjung Korea pada Jumat (11/7), di tengah meningkatnya ancaman dari Korea Utara (Korut).
Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan bahwa Jepang mengerahkan pesawat tempur F-2. Sementara, AS mengirim pesawat pengebom strategis B-52H, yang menandai pengerahan pertama pesawat tempur itu ke Semenanjung Korea pada tahun 2025.
Baca Juga: Presiden Iran Tuntut Badan Pengawas Nuklir PBB Stop Standar Ganda
Berlangsung di wilayah udara internasional dekat Pulau Jeju, Korsel, latihan gabungan itu bertujuan untuk memperkuat respons bersama terhadap ancaman nuklir dan rudal Korut.
"Latihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan pencegahan dan respons Korsel, AS, dan Jepang terhadap ancaman nuklir dan rudal Korut yang semakin canggih," tulis Kemhan Korsel melalui laman resminya Mnd.go.kr.
Baca Juga: Trump Sebut akan Kirim Senjata ke Ukraina Melalui NATO
"Korsel, AS, dan Jepang akan terus melaksanakan latihan bersama berdasarkan kerja sama yang erat dan bekerja sama untuk menangkal ancaman Korut," jelas dia. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































