Hadapi Ancaman Korut, Angkatan Udara Korsel Gelar Latihan Tempur

Jakarta, IDM - Angkatan Udara Korea Selatan (Korsel) menggelar latihan yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapan tempur terhadap ancaman dan provokasi rudal maupun nuklir Korea Utara (Korut).
Baca Juga: Petugas Medis Gaza Mengaku Disiksa Pasukan Israel
Dilansir dari Yonhap, Rabu (13/3), 'Air Interdiction Drills' melibatkan 20 pesawat tempur, termasuk F-35A dan F-15K yang berlangsung di tengah latihan gabungan Korsel dengan Amerika Serikat (AS) bertajuk 'Freedom Shield'. Serupa, latihan itu pun dilakukan untuk meningkatkan deterens terhadap ancaman Korut.
"Pilot dilatih mengenai prosedur respons dalam berbagai skenario, seperti infiltrasi pesawat musuh dan peluncuran rudal jelajah, sekaligus berkoordinasi erat dengan pusat kendali di darat," kata Angkatan Udara Korsel.
Baca Juga: AS akan Kirim Bantuan Senjata Tambahan Senilai $300 Juta untuk Ukraina
Korut terus meningkatkan kapabilitas senjata dan telah melakukan lima uji coba rudal sejak awal tahun 2024. Selain itu, Korut juga pernah melakukan latihan live-fire Angkatan Bersenjata yang melibatkan puluhan peluncur roket dan howitzer self-propelled di dekat perbatasan Korsel pada minggu lalu. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































