PARLEMEN

Gudang Senjata Rahasia di Sekolah Terbongkar, DPR: Ini Ancaman Serius bagi Keamanan Negara

TB Hasanuddin
Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn.) TB Hasanuddin. (Foto: Dok. DPR RI)

Jakarta, IDM – Penemuan 995 pucuk senjata api, narkotika, hingga kepingan VCD bermuatan pornografi di sebuah ruangan sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mendapat sorotan tajam dari Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn.) TB Hasanuddin.

Legislator yang membidangi pertahanan itu meminta aparat penegak hukum tidak berhenti pada penyitaan barang bukti, tetapi mengusut tuntas seluruh jaringan dan pihak yang bertanggung jawab atas kepemilikan arsenal tersebut.

Menurut TB Hasanuddin, jumlah senjata yang ditemukan bukanlah kasus kepemilikan senjata ilegal biasa, melainkan persoalan yang berpotensi mengancam keamanan nasional.

Ia menilai hampir seribu pucuk senjata api yang berada di lingkungan sekolah merupakan anomali serius yang harus dijelaskan secara transparan kepada publik.

Baca Juga: Kenaikan Tukin TNI, DPR: Jangan Ada Lagi Oknum yang Cederai Kepercayaan Publik

"Sebanyak 995 pucuk senjata api bukanlah jumlah yang sedikit. Kepemilikan senjata sebanyak itu mengindikasikan adanya prosedur yang diduga telah dilanggar, karena tidak mungkin seseorang secara sah memiliki senjata dalam jumlah sebesar itu," ujar TB Hasanuddin.

Ia menegaskan, keberadaan senjata api dalam jumlah besar di tangan pihak sipil harus menjadi perhatian seluruh aparat penegak hukum.

Selain membahayakan masyarakat, senjata tersebut berpotensi disalahgunakan apabila jatuh ke tangan kelompok yang tidak bertanggung jawab.

Tak hanya senjata api, aparat juga menemukan barang bukti berupa narkotika. Menurut TB Hasanuddin, dua temuan tersebut sama-sama merupakan dugaan tindak pidana yang wajib diusut hingga akar persoalannya.

"Senjata api yang jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab dapat membahayakan masyarakat bahkan mengancam keamanan negara. Begitu pula dengan narkotika yang harus diusut untuk mengetahui tujuan kepemilikan maupun jaringan peredarannya," katanya, Jumat (7/8).

TB Hasanuddin juga meminta penyidik menelusuri asal-usul seluruh senjata api tersebut, jalur distribusinya, legalitas kepemilikannya, hingga pihak yang menyimpan maupun menguasainya.

Baca Juga: AS Gempur Iran tanpa Ampun, Komisi I DPR Desak Indonesia Pimpin Gerakan Gencatan Senjata

Penyelidikan, lanjut TB Hasanuddin, harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak menyisakan celah bagi pelaku lain yang mungkin terlibat.

"Kasus ini harus diusut hingga tuntas. Aparat perlu mengungkap dari mana senjata api itu berasal, bagaimana bisa tersimpan di lingkungan sekolah, dari mana narkotika diperoleh, serta siapa saja yang bertanggung jawab. Semua pihak yang terbukti terlibat harus diproses sesuai hukum," tegasnya.

Ia juga menilai pengurus yayasan dan pengelola sekolah perlu dimintai keterangan guna memastikan apakah mereka mengetahui keberadaan bunker penyimpanan senjata maupun barang-barang ilegal tersebut.

"Apabila memang ditemukan senjata api dan narkotika dalam jumlah besar di lingkungan sekolah, tentu perlu didalami apakah pengurus yayasan maupun pengelola sekolah mengetahui keberadaan barang-barang tersebut. Semua fakta harus dibuka secara transparan melalui proses penyelidikan dan penyidikan," pungkasnya.

Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah aparat menemukan bunker tersembunyi di bawah bangunan sebuah sekolah swasta di Kebayoran Lama.

Lokasi penyimpanan tersebut diduga dibuat oleh mantan Kepala Pengurus Yayasan berinisial IWD.

Baca Juga: Komisi I DPR: Kenaikan Tukin jadi Suntikan Semangat Baru bagi Prajurit TNI

Barang bukti yang ditemukan meliputi berbagai jenis senjata api, antara lain kaliber 5,56 mm, kaliber .40, kaliber 9 mm, Walther, kaliber .22, hingga karabin M4. Polisi juga mengamankan alat pembuat peluru, magazine jenis Glock, serta sekitar 30 butir amunisi.

Seluruh barang bukti kini telah diamankan di Polda Metro Jaya untuk kepentingan penyidikan.

Aparat masih mendalami asal-usul senjata, status legalitasnya, kemungkinan adanya jaringan pemasok, serta motif penyimpanan ratusan senjata tersebut di lingkungan sekolah.

Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut pengawasan terhadap peredaran senjata api ilegal sekaligus menjadi ujian bagi aparat penegak hukum dalam mengungkap potensi jaringan yang berada di balik salah satu temuan senjata api terbesar di kawasan perkotaan dalam beberapa tahun terakhir.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.