Greenland Tolak Pengerahan Kapal Rumah Sakit AS

Jakarta, IDM – Greenland menyatakan bahwa mereka tidak membutuhkan bantuan medis dari negara lain dan menolak tawaran Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atas pengerahan kapal rumah sakit.
Sebelumnya, Trump melalui platform Truth Social miliknya, mengatakan bahwa AS akan mengirimkan kapal rumah sakit ke Greenland. “Kami akan mengirimkan kapal rumah sakit yang hebat ke Greenland untuk merawat banyak orang yang sakit dan tidak mendapatkan perawatan di sana. Kapal itu sedang dalam perjalanan!" kata Trump, dikutip pada Senin (23/2).
Baca Juga: AS akan Tingkatkan Jumlah Sistem Rudal ke Filipina
Pernyataan itu langsung ditanggapi oleh Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen melalui Facebook miliknya. “Kami akan menolak tawaran itu,” kata Nielsen.
"Gagasan Presiden Trump untuk mengirim kapal rumah sakit Amerika ke Greenland telah kami catat. Tetapi kami memiliki sistem kesehatan masyarakat, di mana perawatan gratis untuk warga," jelasnya.
Ia menekankan, Pemerintahan Greenland menjalankan sistem yang mengedepankan kesehatan masyarakat. Ia menyatakan terbuka untuk dialog dengan AS tetapi bukan melalui platform media sosial.
"Kami selalu terbuka untuk dialog dan kerja sama. Juga dengan AS. Tetapi sekarang bicaralah dengan kami daripada hanya melontarkan pernyataan yang kurang lebih acak di media sosial. Dialog dan kerja sama membutuhkan rasa hormat terhadap keputusan tentang negara kami yang dibuat di sini di dalam negeri," pungkasnya.
Baca Juga: Satgas INDORDB Gelar Pemeriksaan Kesehatan hingga Ketrampilan Memasak bagi Warga Kongo
Dalam beberapa bulan terakhir, Trump kembali berambisi untuk menguasai Greenland, dengan alasan khawatir atas ancaman keamanan dari Rusia dan Cina. Trump mengancam akan menjatuhkan tarif terhadap negara-negara Eropa yang menentang langkah tersebut.
Namun, Trump menarik ancaman itu setelah bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Swiss. Dalam pertemuan itu, keduanya telah mencapai apa yang disebut sebagai “kerangka perjanjian masa depan” soal Greenland. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































