Genjatan Senjata ditolak, Konflik Ukraina-Rusia Berlanjut

Jakarta, IDM- Konflik antara Ukraina dan Rusia berlanjut setelah Zelensky menolak seruan genjatan senjata yang diusulkan Putin. Ukraina mengklaim Rusia memulai serangan di kota Kramatorsk dan serangan terus berlanjut.
Sebelumnya, Putin memerintahkan gencatan senjata selama 36 jam untuk merayakan Natal Ortodoks Rusia. Namun, Zelensky menolak tegas seruan tersebut dan menyebutnya sebagai aksi Moskow untuk mengulur waktu dan memperkuat pasukan secara diam-diam.
Dilansir dari BBC, Sabtu (7/1), anggota parlemen Ukraina Inna Sovsun mengatakan bahwa "Sudah beberapa jam memasuki gencatan senjata yang diproklamirkan ini dan seluruh wilayah Ukraina berada di bawah siaga serangan udara mereka. Pada dasarnya, gencatan senjata Rusia mengada-ada."
Sementara itu, Pemerintah Rusia mengatakan bahwa serangan awal dimulai oleh Ukraina beberapa jam setelah Putin menyerukan genjatan senjata. Serangan tersebut diklaim telah melukai tiga personil Rusia dan merusak sebuah dua bangunan sipil di wilayah Donetsk.
Baca: Ukraina Tolak Seruan Genjatan Senjata Rusia
Dilansir dari Tass, sebuah media pemerintah, Sabtu (7/1), Kementerian pertahanan Rusia mengatakan pasukannya memulai gencatan senjata dari siang waktu Moskow di sepanjang garis kontak. "Angkatan bersenjata Ukraina menembaki Donetsk tepat pukul 12:00 waktu Moskow, ketika gencatan senjata yang dinyatakan oleh Rusia mulai berlaku," ujarnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































