Gembong Narkoba Kabur, Presiden Ekuador Kerahkan Pasukan Militer untuk Jaga Keamanan Nasional

Jakarta, IDM - Presiden Ekuador Daniel Noboa telah mengumumkan keadaan darurat usai seorang gembong narkoba yang disebut “sangat berbahaya” melarikan diri dari tahanan dengan keamanan maksimum. Ia juga memerintahkan mobilisasi tentara selama 60 hari di beberapa kota dan penjara.
Dilansir dari Al Jazeera, Rabu (10/1), mobilisasi militer itu dilakukan untuk menjaga keamanan nasional sekaligus mencari gembong narkoba yang bernama Jose Adolfo Macias, alias Fito. Noboa pun menerapkan jam malam pada 23:00-05:00 waktu setempat setiap harinya.
Baca Juga: Ukraina Akui Kekurangan Rudal Anti-Pesawat
Noboa menjelaskan bahwa selama keadaan darurat, ia memberikan seluruh personil angkatan bersenjata semua dukungan politik dan hukum yang diperlukan untuk menjalankan tugas dalam pertempuran melawan “teroris narkotika”.
“Kami tidak akan bernegosiasi dengan teroris atau beristirahat sampai kami mengembalikan perdamaian kepada seluruh warga Ekuador,” kata Noboa.
Fito yang juga pemimpin geng Los Choneros ternama di Ekuador, kabur dari penjara di kota pelabuhan Guayaquil. Menurut juru bicara kepresidenan Roberto Izurieta, hal itu terjadi karena adanya infiltrasi oleh kelompok kriminal di penjara.
Baca Juga: Cina Jatuhkan Sanksi pada Lima Industri Pertahanan AS
“Kekuatan penuh negara dikerahkan untuk menemukan individu yang sangat berbahaya ini,” kata juru bicara kepresidenan Roberto Izurieta.
Kaburnya Fito pun menyebabkan kerusuhan antar geng di enam dari 24 provinsi di Ekuador. Pemberontakan juga dilaporkan terjadi di beberapa penjara. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































