INTERNASIONAL

Filipina-Kanada Sepakati Perluasan Latihan Militer

David McGuinty dan Gilbert Teodoro
Menhan Kanada David McGuinty (kiri) dan Menhan Filipina Gilbert Teodoro tandatangani perjanjian SOVFA di Filipina. (Foto: Dok. Facebook/Department of National Defense Philippines)

Jakarta, IDM - Filipina dan Kanada menandatangani kesepakatan untuk memperluas latihan militer gabungan. Hal ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Cina di wilayah sengketa Laut Cina Selatan.

Perjanjian 'Status of Visiting Forces Agreement (SOVFA)' yang ditandatangani oleh kedua menteri pertahanan ini menetapkan kerangka kerja bagi pasukan Kanada untuk berpartisipasi dalam latihan militer di Filipina dan sebaliknya.

Baca Juga: Hamas Siapkan Operasi Keamanan Terbesar untuk Tumpas Milisi Pro-Israel di Gaza

"SOVFA menandai tonggak penting dalam kemitraan jangka panjang antara kedua negara, yang dibangun di atas lebih dari 75 tahun hubungan diplomatik. Kanada menghargai peran vital Filipina di Asia Tenggara dan tetap berkomitmen untuk memperdalam kerja sama pertahanan dan keamanan kita demi stabilitas regional dan kemakmuran bersama," kata McGuinty melansir keterangan tertulis Kemhan Kanada Canada.ca, Senin (3/11).

Kesepakatan ini juga akan mendorong kerja sama antara lembaga pertahanan dan militer kedua negara dalam bidang pendidikan militer, pertukaran informasi, operasi pemeliharaan perdamaian dan tanggap bencana.

Kanada-Filipina memiliki hubungan bilateral di bidang pertahanan yang erat. Ditunjukkan dengan dukungan terhadap posisi Filipina di Laut Cina Selatan berdasarkan putusan Pengadilan Arbitrase Permanen tahun 2016 yang menolak klaim sepihak Cina atas nine dash line.

Baca Juga: Bertemu Presiden Korsel, Prabowo Sebut Proyek Pesawat Tempur KF-21 Berlanjut

Filipina memiliki perjanjian serupa dengan Amerika Serikat (AS), Australia, Jepang, dan Selandia Baru, sebuah langkah yang nampak dilakukan untuk memperluas dukungan pertahanan regional.

Cina belum menanggapi kesepakatan tersebut, tetapi Beijing seringkali menyebut Manila mengancam stabilitas regional karena melakukan latihan militer gabungan dengan sekutu di Laut Cina Selatan. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.